-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Tahun Baru Reptisi Permintaan Maaf

Kalimat berikut ini bisa jadi hanya pengulangan (repetisi) di setiap malam pergantian tahun baru: "Mangido maaf ma au tu hamu sude na adong di bagas on, tarlumobi ma i di siala akka salahku maradophon hamu. Pangidoanku nian, salpuhon hamu ma akka salahki sian bagas ni rohamuna songon parsalpuni taon na buruk tu taon na baru on."
Secara bebas bisa diterjemahkan begini: Saya minta maaf kepada kalian semua yang hadir di rumah ini, terutama atas kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan kepada kalian. Saya berharap agar kesalahan-kesalahan itu berlalu dari hati kalian seperti berlalunya tahun yagn lama menuju tahun yang baru ini.

Kendati makna reflektif dari ungkapan di atas seringkali tak punya kedalaman makna dan tak bersumber dari sanubari orang yang mengatakannya, namun kata-kata tetap saja kita sampaikan di setiap momen pergantian tahun.

Tentu saja, karena ada saatnya kata-kata maaf di setiao ritual pergantian tahun di keluarga Batak itu akan menemukan maknanya, termasuk ketika kata-kata itu diucapkan berulang-ulang.

Bukankah pengulangan itu induknya ilmu pengetahuan atau perubahan menuju sesuatu yang baru? Pepatah Romawi Kuno mengatakan demikian, "Repetitio mater scientiarum est" (Pengulangan adalah induk dari ilmu pengetahuan).

#HappyNewYear2018

Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Subscribe Our Newsletter