Ad Unit (Iklan) BIG

Perjumpaan Itu Media Terbaik


"ANDA TAK PERLU HARUS PUNYA FACEBOOK, UNTUK MENYENANGKAN PEMILIK FACEBOOK" sepertinya menjadi pesan pertemuan Paus Fransiskus dan Mark si pemilik Facebook.

Saat Audiensi dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Mark Zuckerberg dan istri tertawa lepas (lihat foto lampiran).

Saya pikir apa sih yang membuat kedua pasangan sederhana nan kaya ini terbahak? Usut-usut punya usut, ternyata satu hal yang membuat Mark dan istri ngakak itu adalah pernyataan polos Paus Fransiskus.

"Saya memanfaatkan media untuk berbagi informasi seputar gereja, terutama seputar tahta apostolik di sini. Saya punya akun twitter, youtube dan instagram. Tapi saya tak punya akun Fesbuk."

Bukannya tersinggung, Mark dan istri justru tertawa lepas. Lho kok bisa? Ternyata, walaupun Paus tak punya akun facebook, tapi beliau menggunakan Instagram juga. Ya, kita tahu instagram miliknya si Mark Zuckerberg juga. hahahaha....

*****
Para pemiliki media sosial yang kala itu bersama-sama audiensi dengan Paus Fransiskus sungguh sadar bahwa bertemu Sri Paus beberapa menit saja sudah sangat langka.

Belum lagi Paus Fransiskus sangat keras mengkritik gereja yang sering kali berlaku bak agen penjual produk. Tahbisan pastor malah mencantumkan nama politisi yang menyumbang, pesta Kristus Raja dimanfaatkan sebagai lahan menjual umat ke calon gubernur, dan masih banyak contoh konkrit lainnya.

Paus Fransiskus memang sungguh ingini memberangus kebiasaan buruk ini. Belum lagi daftar-daftar harga lain yang membebani umatnya: Iuran ini dan itu, kewajiban ini dan itu.

Tak heran ketika Paus Fransiskus mengatakan, "Gereja bukan supermarket. Hapus daftar harga," kepada para uskup dan kardinal yang hadir dalam pertemuan resmi di Vatikan itu.

Seperti Paus Fransiskus yang menerima siapa saja tanpa pusing dengan latar belakang tamu yang datang. Boro-boro ia tanya apa yang akan mereka sumbangkan ke gereja.

Harapannya para uskup dan pastor juga melakukan hal yang sama. Mereka harus berani menolak dijual para politisi kampungan yang mengaku Katolik tapi menjual uskupnya demi mendapatkan uang.

Demikian juga para pastor jangan sampai rela merendahkan martabat panggilannya dengan berkoalisi dengan para cagub, cabup, cawalkot dst yang berjanji akan membantu pembangunan monumen pribadinya di Paroki. Hina sekali bila terjadi!

Percayalah, para pengusaha, penguasa, pun para pencari tahta di kursi-kursi pemerintahan hanya akan mengotori altar suci di paroki Anda bila memang Anda telah menjualnya ke mereka.

Sebab kalau mereka memang sungguh pengusaha sukses seperti Mark cs, maka mereka tak akan berjualan di Gereja. Ntar diobrak-abrik tuh sama Paus Fransiskus.
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Subscribe Our Newsletter