Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Keselamatan Bagi Si Pemenang dan Si Pecundang

Keselamatan Bagi Si Pemenang dan Si Pecundang
Keselamatan itu bukan pertama-tama hadiah yang diberikan Tuhan begitu saja. Keselamatan itu juga harus diperjuangkan! Maka, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” kata Yesus.

Istilah "berjuang" mengandaikan kompetisi: “Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” Ini kata Yesus lho! So, who is the winner and who is the looser? Mari kita ikuti 'babak kualifikasi' sebelum masuk 'babak final'.

“Hidup itu pertandingan”, life is just a game. Dalam sebuah pertandingan enggak cukup hanya otot, juga tidak pas kalau hanya mengandalkan otak. Pertandingan juga butuh ketenangan hati atau kesiapan hati yang mumpuni. Mentalitas semacam inilah yang selalu dimiliki oleh pemenang. Sebab, seorang pemenang selalu menggunakan segala daya-kemampuannya secara total.

Seorang pemenang, yang akan tampil di panggung, dengan demikian ialah mereka yang sadar kekuatan dan kelemahan mereka. Kesadaran akan kekuatan dan kelemahan itu pada akhirnya menggiring kita kepada Pencipta.

Toh pada akhirnya, Allah jauh lebih tahu siapa kita daripada diri kita sendiri, daripada orang lain tentunya. "Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka, dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaanKu”, nubuat Yesaya.

Saya hendak mengatakan bahwa Allah selalu berada di garis start hingga garis finish hidup kita. Ia tidak saja menentukan segala keputusan awal dan akhir, tapi lebih dari itu, ia terkadang bertindak sebagai coach atau pelatih, pendidik, guru, pembimbing, atau sahabat tercinta.

Terkadang Ia datang sebagai tamu kehormatan, tapi juga bertindak sebagai tuan rumah yang siap menjamu kita. Sebagai tamu agung dia mengharapkan rumah yang welcome dan bersahabat; dan sebagai tuan rumah, Dia lah yang akan membuka atau menutup pintu.

Jadi, Anda lah tamu agung itu, bila memenangkan pertandingan “menjadi orang ter-baik” yang diselenggarakan Allah. Namun, itu tergantung Anda, mau jadi pemenang atau mau biasa-biasa saja, tanpa greget atau tak punya gairah hidup samasekali.

Akhirnya orang yang menjadi pemenang adalah orang yang secara detail tau sisi lemah dan sisi kuat yang ada dalam dirinya. Itulah yang sesungguhnya yang dinamakan iman. Allah toh sudah mempersiapkan kita, sejak kita diciptakan.

Maka hargailah dan janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.", demikian pesan Surat kepada Orang Ibrani.  Pemenang ialah mereka yang berhasil mengaplikasikan apa yang telah diajarkan Allah. Amin.

* Kotbah HM BIASA XXI: Yesaya 66:18-21; Ibr 12:5-7,11-13; Luk 13:22-30 di Paroki Tanjung Selamat Medan, Minggu 22.08.2010


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter