Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Kapitalisme Sang Predator

Kapitalisme Sang Predator
Kapitalisme, gerbang kesejahteraan dengan mengorbankan kaum lemah
Setiap hari mengikuti berita, setiap hari juga kita membaca berita kekerasan, bahkan tindakan saling menghilangkan nyawa. Keluarga saling membunuh: suami membunuh istri, istri membunuh suami, anak membunuh ayah, anak membunuh ibu, ibu membunuh anak, ayah membunuh anak, dst.

Belum lagi pembunuhan lain, seperti penumpang membunuh driver transportasi daring, polisi menembak sesama polisi, wanita memasukkan anak kedalam mesin cuci, wartawan dibunuh, anak-anak diperkosa dan disodomi, kakek memerkosa vucunya, ayah menghamili putrinya, dan berbagai tindakan kejahatan sadis lainnya.

Motif terbanyak adalah uang: kemiskinan, nafsu belanja yang tak terkontrol, hasrat ingin memiliki sesuatu yang tak mampu dibeli/dimiliki si pelaku, termasuk rebutan warisan atau harta gono-gini. Motif lain adalah cemburu, iri hati, salit hati, berbeda prinsip, dst.

Di Senayan anggota DPR sibuk mengurysi RUU, UU dan bebagai aturan yang ingin mengatur rakyat. Taknlupa, merrka juga sedang menata jadwal reses dan studi banding demi merancang UU baru kelak.

Di istana negara, para pejabat masih berasyik masyuk berbagi kekuasaan. Di berbagai kementerian, mereka malah sangat sibuk menaikkan tarif cukai tembakau, iuran BPJS, iuran tol, dan berbagai tindaka lain untik mengumpulkan uang dari rakyatnya atas nama pajak.

Para artis berebut rating, Youtube dikuasai televisi personal artis dan para kreatif content digital, medsos dikuasai para pemilik isu, dan pesohor berebutan hastag demi popularitas serta rebutan endors produk demi passive income. Pendek kata, seluruh media yamgvm tersedia telah dikuasai oleh isu dari mereka yang membayar dan dibayar.

Jatah si miskin tak tersedia di televisi, juga di media sosial. Sesekali mereka mungkin bisa upload foto di FB yangbdibuatkan oleh salah seorang keluarganya. HPnya yang asli produk cina itu bahkan tak selalu diisi kuota. Ya, mereka tak punya uang untuk itu, termasuk ketika mereka memimpikannya.

Persoalannya, mereka juga ingin tenar, di medsos dan kalau bisa di televisi. Itu sebabnya mereka selalu berupaya menyalami presiden dan pejabat publik yang berkunjung ke desa/daerahnya. Tapi itu kesempatan itu pun tergolong sangat langka.

Mereka sadar bahwa mereka akan menjadi bintang medsos dan televisi bila membunuh, merampok, atau melakukan tindak kejahatan yang merugikan banyak orang. Saat itulah mereka punya hastag dan viral.

Nyatanya, tak ada pejabat publik, anggota dewan, apalagi kepala desa yang memperhatikan mereka. Sering terjadi bahwa kampungnya hanya akan mendapat kunjungi bupati, camat/lurah kalau terkadi kasus pembunuhan dan kejahatan lain di sana.

Nyatanya mereka senang jadi bahan perbincangan di media. Secara tak sadar, masyarakat yang menyaksikan pembunuhan pun turut merasa bangga karena disorpt kamera saat ia dijadikan saksi oleh polisi dan pengadilan. Tak jarang terjadi, saksi pembunuhan itu diundang ke acara talkshow di tv.

Inilah resiko #Kapitalisme, dan hanya satu cara mengatasinya: cerdaslah mendeteksi mana kebutuhan (need) dan mana keinginan (want).


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter