Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Mgr. Martinus Situmorang OFM Cap

Cepat Sembut Mgr. Martinus Situmorang OFM Cap
Mgr. Martinus Situmorang OFM Cap
Berita dari RS St. Borromeus, Bandung 22.25 Wib mengenai kondisi Mgr. Martinus Situmorang OFM Cap: Kesehatannya relatif stabil dgn peralatan kesehatan dan monitor tim dokter yang ketat.

Sangat sulit bernafas sehingga diperlukan alat bantu. Malam ini akan dipasang CVC utk membantu sekaligus memeriksa fungsi ginjal.

Berita dari ini dikirim oleh Mangadar Situmorang, Ph.D (Rektor Unpar) yang merupakan adik kandung dari Martinus Situmorang OFM Cap. Semoga hasilnya baik. Mohon doa dari kita semua. 🙏



Profil Mgr. Martinus


Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM Cap lahir di Palipi, Samosir, Sumatra Utara, pada tanggal 28 Maret 1946. Mgr. Martinus, demikian beliau dipanggil akrab oleh umatnya adalah Uskup Padang sejak ditunjuk pada 17 Maret 1983 dan dikonsekrir menjadi Uskup di Keuskupan Padang pada tanggal 11 Juni 1983.

Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM Cap dengan nama kecil Dogma Situmorang merupakan anak ketiga dari pasangan Joseph Iskandar Arminius Situmorang dan Maria Dina Sinaga.

Ayahnya seorang katekis yang punya andil besar dalam kehidupan Gereja di Pulau Samosir. Ketika Dogma berumur 11 tahun, ibunya meninggal pada 26 Desember 1958. Kemudian, ayahnya menikah lagi dengan Maria Else Sinaga. 

Keluarga ini pun menjadi keluarga besar, dengan 15 anak (9 laki-laki, 6 perempuan). Dengan latar belakang keluarga saleh, sejak kecil Martinus bergaul akrab dengan para pastor dan suster. Dari sinilah, mulai tumbuh greget di hatinya ingin menjadi imam. Ia melihat para pastor yang hidupnya baik, dicintai, dan dihormati semua orang.


Riwayat pendidikan

Setelah lulus SD, Dogma mulai mewujudkan keinginannya menjadi imam. Ia melanjutkan studi ke Seminari Menengah Pematangsiantar (1959–1966). Ketika masuk Novisiat Kapusin di Parapat (1966–1968), Dogma memilih nama Martinus. Kaul Pertama sebagai calon biarawan Ordo Saudara Dina Kapusin (OFMCap) diucapkannya pada 13 Januari 1967.

Seiring waktu, keinginan Dogma menjadi imam semakin mantap. Di antara para calon imam, Frater (calon imam) Martinus sangat menonjol dalam kemampuan intelektual. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan non akademis.

Frater Martinus bercita-cita menjadi imam yang baik, saleh, rajin, dan siap melayani siapa pun dan kapan pun. Pendidikan teologi dijalaninya di Seminari Tinggi Teologi Pematangsiantar. Tanggal 29 Juli 1972, Frater Martinus mengikrarkan Kaul Kekal sebagai biarawan Ordo Saudara Dina Kapusin (OFMCap).

Setengah tahun sebelum menyelesaikan studi, pada 5 Januari 1974, ia ditahbiskan bersama empat rekannya menjadi imam Kapusin oleh Uskup Agung Medan (KAM) Mgr Pius A.G.P. Datubara OFMCap.

Baru seumur jagung menjadi imam, Juli 1974, Ordo Kapusin menugaskan Pastor Martinus studi Teologi di Universitas Kepausan Gregoriana Roma, Italia dengan spesialisasi Spiritualitas (1974–1976). Perjalanan studinya berjalan mulus dengan hasil sangat memuaskan. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Institute for Religious Formation Sint Louis University, di Sint Louis, Missouri, Amerika Serikat (1976–1977).

Bagi Pastor Martinus, bahasa merupakan pintu untuk mengenal dunia. Karena itu, selain studi di bidang teologi, ia juga mempelajari beberapa bahasa asing. Pastor Martinus belajar bahasa Italia di Universitas Italiana per Gli Stranieri, Perugia, Italia. Ia belajar bahasa Prancis di Institute Catholique de Paris, Prancis, dan belajar bahasa Jerman di Goethe Institute de Staufen am Bresgau, Jerman.

Usai studi, tahun 1977, Pastor Martinus kembali ke Indonesia. Ia menjadi dosen di Seminari Tinggi Parapat merangkap menjadi Asisten Pemimpin Novis Kapusin. November 1979, Pastor Martinus menjadi Rektor Seminari Tinggi Pematangsiantar (1979–1983). Di saat menjadi rektor, ia mencicipi menjadi gembala umat paroki, karena ia sekaligus menjadi Pastor Kepala Paroki Pastor Bonus di Jalan Medan Pematangsiantar (1979–1983).

Dengan tetap menjadi dosen seminari di Parapat, Pastor Martinus juga menjadi Wakil Superior Ordo Kapusin Regio Medan dan menjadi Anggota Komisi Religius Keuskupan Agung Medan.



Uskup Padang

Pastor Martinus Dogma Situmorang OFM Cap ditunjuk sebagai Uskup Padang pada 17 Maret 1983. Ia ditahbiskan menjadi Uskup Padang pada 11 Juni 1983. Uskup Agung Medan, Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, OFM Cap bertindak sebagai Uskup Penahbis Utama. Ia didampingi oleh Uskup Emeritus Padang sekaligus pendahulunya, Mgr. Raimundo Cesare Bergamin SX dan Uskup Sibolga, Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga OFM Cap. Ia memilih moto "Fides per Caritatem Operatur" (Iman Bekerja lewat Kasih).

Sebagai Uskup Padang, Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap telah melintasi jalan panjang yang berliku. Meski tak pernah mencita-citakannya, terbukti selama lebih 25 tahun ia telah setia pada perutusannya sebagai pengganti Para Rasul.

Di tengah kesibukan memimpin Gereja, ia masih menyisihkan waktu untuk ikut bersuara tentang berbagai persoalan bangsa terutama ketika dia menjadi sebagai ketua KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) periode 2006–2009 dan 2009–2012.

Mgr. Situmorang bertindak sebagai Uskup Ko-konsekator untuk Mgr. Ludovicus Simanullang OFM Cap, Uskup Sibolga, bersama dengan Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga OFM Cap., Uskup Agung Koajutor Medan. Dalam penahbisan itu, Mgr. Leopoldo Girelli, Nuncio Apostolik untuk Indonesia bertindak sebagai Uskup Pentahbis Utama.

Mgr. Situmorang bertindak sebagai pemimpin Salve Agung dalam rangka pentahbisan Mgr. Adrianus Sunarko OFM, sehari menjelang tahbisannya sebagai Uskup Pangkalpinang.

Pada 2 Februari 2019, Mgr. Situmorang menjadi Uskup Ko-konsekrator dalam penahbisan Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFM Cap bersama dengan Uskup Agung Emeritus Medan, Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga OFM Cap. Ia juga memberikan homili dalam penahbisan tersebut. Bertindak sebagai uskup Penahbis Utama adalah Nuncio Apostolik untuk Indonesia Mgr. Piero Pioppo.



Mg. Martinus Meninggal pada haris Selasa, 19 November pukul 21.00 wib di Rumah Sakit St. Borromesu Bandung.

KEPULANGAN JENAZAH MGR. MARTINUS SITUMORANG OFMCap dari BANDUNG dan ACARA DOA serta PEMAKAMAN

RABU 20 Nop 2019:
08.30: Misa di Kapel Hati Kudus Yesus Susteran CB RS Borromeus Bandung; selanjutnya jenazah dibawa dari Bandung ke Jakarta.
17.20: Dengan pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta ke Padang.
19.0: Tiba di BIM Padang (Penjemputan Jenazah)
20.00: Penerimaan di Gereja Katedral St. Theresia Kanak-kanak Yesus Padang
20.30: Misa Arwah
Doa Tirakatan Bergilir

KAMIS 21 Nop 2019
06.30: Ibadat Pagi;
Doa Tirakatan bergilir
18.00: Misa Arwah
Doa Tirakatan Bergilir

JUMAT 22 Nop 2019
06.30: Ibadat Pagi
Doa Tirakatan Bergilir
12.00: Misa Requiem
Pemakaman.

Beristirahatlah dalam Damai Tuhan, Mgr. Martinus Situmorang, OFM Cap.


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter