Pos

Menampilkan pos dari Juli, 2009

Eucharistia: Fons et Culmen

Gambar
Gereja hidup dari Ekaristi
Kebenaran ini mengungkapkan bukan hanya pengalaman iman sehari-hari tetapi juga menegaskan hakikat misteri Gereja. Dengan pelbagai cara Gereja mengalami selalu dalam sukacita pemenuhan janji Tuhan: “Lihatlah, Aku akan beserta kamu sampai akhir zaman” (Mt 28: 20).

Justru dalam Ekaristi Kudus, lewat pengubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Tuhan, Gereja bersukacita atas kehadiran-Nya yang mahapekat. Sejak Pentakosta, tatkala Gereja, sebagai Umat Perjanjian Baru, memulai peziarahannya menuju tanah air surgawi, Sakramen Ilahi ini telah menandai penyeberangannya, sambil meneguhkan mereka dengan kepasrahan pengharapan yang tangguh.
Tepatlah penegasan Konsili Vatikan II bahwa kurban Ekaristi “adalah sumber dan puncak setiap hidup Kristiani”. “Sebab dalam Ekaristi Kudus ini terkandunglah seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Roti Paskah kita yang hidup. Lewat tubuh-Nya sendiri, yang kini dijadikan hidup dan pemberi hidup oleh Roh Kudus, Ia…