Pos

Agama Jalan Menuju Ketidakmungkinan

Gambar
Menganut agama berarti menganut imposibilitas atau ketidakmungkinan. Sebab, pertama-tama agama lahir dari ketidakmungkinan dan bertujuan untuk mengatasi ketidakmungkinan yang dihadapi oleh manusia.
Abraham/Ibrahim: Simbol Perwujudan Ketidakmungkinan
Alkisah, Abraham/Ibrahim dipanggil oleh Yahwe/Allah/Adonai/Tuhan. Abraham dipanggil Allah untuk membuat perjanjian (MoU) antara Allah dan Abraham serta keturunannya. Term of reference (TOR) dari perjanjian itu memuat kesepakatan timbal balik antara Abraham dan Allah. Isinya, Abraham mengimani Allah yang memberkatinya: "Akulah Yahwe, Tuhan Allahmu", dan atas imannya itu Allah memberkati Abraham dengan keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Kisah ini bisa kita temukan dalam Kitab Taurat Yahudi, Alkitab Kristen, Alquran Islam. Seluruh kitab ini bahkan menegaskan bahwa kisah panggilan Abraham di atas adalah awal lahirnya umat/bangsa beragama. Ya, dari siapa lagi kalau bukan dari Bapa Orang Beriman, Bapa A…

Kunci Itu Ternyata Bukan Milikku

Gambar
Anies cemberut dengan muka kusut ketika "hunting" ke Balaikota Pemprov DKI dengan helikopternya.

Entah apa yang ada di pikirannya. Padahal dia datang dengan perasaan cinta berbunga-bunga. Tentu, karena ia dan si Uno baru saja diumumkan KPUD DKI sebagai pemenang Pilkada.

Lantas banyak orang menafsir mengapa gerangan wajah Anies begitu kecut? Apakah karena teriakan seorang nenek Jawa di Balaikota, "Pak Ahok, musuhmu wis teko" itu?

Entahlah.
Yang jelas sorot kamera para pencari berita memang begitu tajam, bahkan menyilaukan obyeknya. Maka tampillah apa yang Anies katakan, berikut cara Anies mengatakannya.

Tak jarang poin kedua ini malah yang lebih diminati wartawan dan netizen kita.

Toh ini politik; dan politik adalah hermeneutik. Lihatlah para politisi kita yang memasang muka manis disaat kata-kata yang keluar dari mulutnya justru bau amis. Entah apa sebutan untuk si politisi bermuka dua ini: anomali atau paradoks?

Itu enggak terlalu penting, pada akhirnya. Seba…

Melayat Mayat Menghilangkan Penat

Gambar
Betapa pentingnya pembelajaran, entah pembelajaran secara formal maupun secara informal. Sebab tingkat kemampuan berpikir seseorang turut memengaruhi caranya bertutur, bergaul, pun berdiskusi.

Di titik inilah ilmu pengetahuan menjadi pembeda antar jaman yang satu dengan jaman yang lain. 
Misalnya, beberapa waktu lalu ada seorang ibu yang ngotot mengatakan bahwa saya tak berperikemanusiaan ketika saya katakan begini, 
"Kita sering sibuk memberi perhatian ketika orang mati, namun sepanjang hidup, kita bahkan sering abai memberinya perhatian. Lebih tragis lagi, di sepanjang hidupnya kita justru sering menganggap almarhum(ah) tadi sebagai orang yang pernah menyakiti hati kita."

Orang-orang tadi berpendapat ada yang salah dengan pernyataan saya di atas. Menurut mereka, justru momentum terakhir untuk menuntaskan segala masalah di atas adalah pada saat orang itu meninggal, "Ya, minimal kita bisa bertemu untuk terakhir kali dengan dia dan mengutarakan apa yang telah terjadi anta…

Cinta Membuncah Keberanian Hani

Gambar
Aku teringat penuturan Hani, sahabatku paling tau aku luar dalam. 
Ia seorang ibu muda yang cantik di saat ini. Bahkan menurut penuturan teman-temannya, Hani termasuk gadis yang diminati oleh kaum adam saat masih SMA.

Ia memang tak menonjol dari segi prestasi. Bahkan beberapa teman dekatnya bilang kalau ia justru sering nyaris tidak naik kelas. 
Bodohkah Hani? Tidak juga. Ia hanya bandel. Ya, seperti kebanyakan gadis lain yang dibersarkan ditengah keluarga broken home.

Benar saja. Hani bertumbuh dalam kemiskinan. Konon katanya, saat masih SD ia harus berjualan kue buatan ibunya ke sekolah. Ibunya, Sumiati memang jago memasak kue. Minimal itu terbukti setiap kali kue jualan Hani selalu cepat ludes dibeli teman-temannya.

Sebetulnya sih keluarganya tak miskin amat. Ayahnya punya usaha jahit dan berpenghasila lumayan juga. Hanya saja, sebagaimana dituturkan Hani, sang ayah terlalu doyan buang-buang uang untuk kesenangannya, antara lain untuk berjudi dan menyenangkan perempuan lain.

Simon,…

Pekerja Tetap vs Tetap Bekerja

Gambar
Ketika seorang pejabat publik ditanya "Apa kerjaan tetapmu?" maka ia harus hati-hati menjawab.

Bila ia mengatakan pekerjaan tetapnya adalah gubernur, maka warga yang dipimpinnya bisa berasumsi kalau ia memang sengaja mencari uang sebanyak-banyaknya selama 5 tahun menjabat gubernur.

Bila ia mengatakan perkejaan tetapnya adalah pengusaha kelapa sawit dan ingin menjadi bupati, maka warga yang mendengarnya akan mengambil kesimpulan, "Pantesan aja dia ngotot jadi gubernur. Biasa deh, biar lanjar bisnis sawitnya."

Apa pekerjaan tetap Anda? Apakah presiden, gubernur, bupati/walikota hingga kepala desa itu dapat dikatakan pekerjaan tetap?

Bisa ya, tetapi juga bisa tidak.

YA, karena undang-undang mengatakan bahwa seorang pejabat publik seperti presiden, gubernur, walikota dan bupati harus melepaskan diri dari pekerjaan sebelumnya. Bila ia pengusaha dan selama ini menjadi Presiden Direktur di perusahaannya, maka ia harus meninggalkan jabatan tadi bila ia terpilih jadi preside…

Zakir Naik Yang Tak Pernah Naik

Gambar
"Apakah Anda percaya Yesus itu disalib hingga wafat dan bangkit pada hari ketiga?" begitu biasanya pertanyaan Zakir Naik kepada setiap pendengarnya yang sengaja diundang dari kalangan dari non-Islam, dan terutama Kristen. 
Zakir berharap jawaban si penanya adalah "ya". Sebab jawaban bila jawaban "Tidak" yang ia dapatkan, maka ia hanya bisa menanggapi dengan "Allahuakbar!" dan menyuruh orang itu bersyahadat dihadapan publik yang hadir. Dan hal ini juga berarti sorot kamera akan berhenti ke wajahnya. 
Sebaliknya, bila jawabannya adakah "ya", maka Zakir akan melanjutkan pertanyaan berikutnya, "Al Quran menengaskan bahwa Allah tidak membunuh, bahkan anaknya sendiri, Nabi Isa. Allah tak sekejam ini." 
Dalam hatinya, Zakir hampir pasti mendengarkan jawaban, "Betul juga ya. Masak iya Allah sekejam itu? Jangan-jangan Anda benar juga. Saya jadi ragu juga nih kalau Yesus rela disiksa begitu." 
Bila lawan bicaranya beneran bi…

PTK, Narasi Kepekaan Jurnalistik Seorang Guru

Gambar
1. Pendahuluan
Seberapa penting Penelitian Tindakan Kelas (PTK)? PTK sendiri pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika, Kurt Lewin pada tahun 1946.  
Gagasan Lewin selanjutnya dikembangkan oleh Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan seterusnya. Di Indonesia sendiri PTK baru dikenal pada akhir dekade 80-an. 

2. Pengertian
Sebagai salah satu jenis penelitian PTK erat terkait dengan bobot keilmiahannya. PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru/siswa/kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (ilmiah) dari (1) praktik-praktik pendidikan yang dilakukan, (2) pemahaman tentang praktik-praktik tersebut, dan (3) situasi-situasi tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan.


3. Tujuan

PTK itu kebutuhan guru demi meningkatkan profesionalitasnya:
PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya => ref…

Pastor Liturgis

Gambar
Kisah fiktif ini dituturkan seorang bapak hari Minggu kemarin di sebuah Kedai Kopi di salah Huta (desa) di Samosir.

Begini penuturannya... :)

Ada seorang pastor yang masih sangat polos, termasuk dalam menilai tingkat kekudusan seseorang/umatnya. Sebut saja nama pastor itu Pastor Bopak. Selanjutnya kita sebut saja si Bopak.

Konon kabarnya Bopak ini cerdas di berbagai bidang, tetapi terutama liturgi. Bahkan beberapa umat menganggap dia sebagai profesor Liturgi, karena ia tahu segala hal tentang Liturgi (ilmu tentang tata peribadatan Kristen) .

Bopak memang terlihat pintar di bidang liturgi. Itu kata umat yang pernah ia layani. Suaranya bagus, pinter melatih koor, jago banget main organnya, bahkan juga piawai merangkai bunga dan menghias altar gereja.

Itu baru soal teknis. Sebab, nyatanya Bopak ini juga sangat mahir menjelaskan seluk-beluk ilmu liturgi dan segala macam peraturan yang ditetapkan Tahta Suci dan KWI. Bahkan tata gerak Perayaan Ekaristi (Misa), termasuk mana forma dan mana…

Oikumene Tak Melulu Selebrasi

Gambar
Di Indonesia ada dua agama Kristen yang diakui negara, yang satu Katolik dan yang satu lagi Protestan.

Puluhan tahun kedua agama yang kebetulan dulu satu itu, kini sedang berupaya kembali bersatu.

Adalah sang kakak sulung, Gereja Katolik yang mengambil inisiatif membujuk sang adik untuk bersatu.

Si sulung merasa bersalah, minta maaf, lalu mengajak adiknya pulang. Ibarat perumpamaan Yesus dalam Injil, yakni kisah si anak hilang, di mana si bungsu pergi jauh dan tak ingat pulang sesaat setelah ia meminta warisan dari ayahnya.

Sebagai bapa dalam gereja, tak kurang dari Paus Yohanes XXIII, Paus Yohanes Paulus I, Paus Yohanes Paulus II, Paus Benediktus XVI hingga Paus Fransiskus yang kini menjadi pemimpin 1,2 milyar umat Katolik juga telah berupaya membujuk sang adik.

Tapi apa daya. Permintaan maaf tak mudah diterima. Ajakan dianggap basa-basi. Bahkan yang lebih menyakitkan adalah ketika Gereja Katolik, yang merupakan warisan langsung dari Simon Petrus itu malah dituduh sebagai lembaga p…

Anak-anak Milenial

Gambar
Kata anak milenial, segala hal tentang kemajuan teknologi komunikasi adalah makanan sehari-hari. 
Saban hari, bahkan sabat menit mata mereka selalu awas pada produk terbaru, entah dari Apple, Samsung, Panasonic, Lenovo, Asus, Nokia, Oppo, Huawei, dst. Tentu saja produk paling dinanti adalah smartphone, tablet, dan sejenisnya.

Bagi anak milenial, pergerakan bumi mengitari matahari terasa lambat. Hari-hari mereka berlansung dalam kesibukan yang bahkan tak terdefinisikan. Bermain game online, ngetweet setiap 5 menit, update status saat melihat apa pun yang menurutnya menarik. Mereka menebutnya sibuk.

Di sisi lain, anak-anak milenial juga mudah resah atas apa yang terjadi nun jauh dari tempatnya menginjakkan kaki. Bom ISIS di Rusia, serangan sekutu di Syria, orang mati karena digigit ular piton di Sulawesi, bahkan ketika ia ketinggalan berita terbaru dari game yang disukainya.

Anak-anak milenial memang unik sekaligus pelik. Mereka bisa menangis ketika temannya mendapat bencana, tetap serent…

Pengobatan Alternatif

Gambar
Kita sering mengasosiasikan pengobatan oleh para dukun, tabib, orang pintar, atau apapun namanya untuk orang-orang yang punya kemampuan untuk menyembuhkan sebagai pengobatan alternatif.

Lalu pengobatan dari para dokter, mantri, bidan kita kategorikan sebagai pengobatan konvensional atau pengobatan normal.
Bukannya para tabib/dukun/datu itu yang duluan ada, jauh sebelum ilmu kedokteran menjadi formal seperti sekarang?

Kenyataannya tak ada jaminan bahwa dokter rumah sakit lebih manjur dari pengobatan orang pintar yang ada di Samosir, misalnya. Bahkan tak ada jaminan pula bahwa tablet atau obat dari dokter lebih compatible dengan tubuh pasien dibansing ramuan herbal dari dukun.

Faktanya sangat banyak orang yang sembuh dengan ramuan herbal atau nabati yang diambil para dukun dari alam.

Sayangnya, regulasi yang mengatur mana obat yang boleh dan mana obat yang tidak boleh dikonsumsi pasien berada ditangan para pemilik modal atau penguasa (kapitalis) dan si empunya kuasa (pemerintah). Merek…

Ketika Debat Menjadi Stand-Up

Gambar
Setahu saya dari medsos, mestinya paslon 2 Ahok Djarot dan paslon 3 Anies-Sandi yang diundang di acara Debat Kandidat Pemimpin Jakarta di ROSI, sebuah acara talkshow yang dipandu oleh pemimpin redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi.

Tapi sayang sekali. Anies-Sandi tiba-tiba ngambek entah kenapa dan memutuskan tidak datang. 
Padahal si Taufik, bos Gerindra di DKI Jakarta udah sempat diwawancara KompasTV dan tak ada tanda-tanda akan absen. Ketakutan dari paslon 3 ini pun menjadi bulan-bulanan di media sosial, bahkan bermunculan tagar-tagar bernada sindiran di Twitter oleh kedua pendukung paslon.

Saya sendiri tidak kaget dengan keputusan paslon 3, sebab ketakutan Anies yang digadang-gadang santun itu justru luntur saat berhadapan dengan Ahok di #MataNajwa beberapa hari lalu.

Anies yang merasa hebat dan selalu merasa mampu menguasai panggung saat itu justru terlihat justru dikuasai Ahok. Bagaimana tidak, Anies tak berkutik. Ia begitu fokus menyerang Ahok dan secara tak sadar justru mengamini p…

Berhentilah Memainkan Diksi

Gambar
Hei para politisi, berhentilah bermain diksi! 
Berhentilah selalu bermain diksi, disaat Anda ingin meraih jabatan berlabel pelayan negeri, justru disaat pelayanan itu sendiri adalah aksi terukur dalam aksi?

Berhentilah selalu berupaya mewujudkan mimpi-mimpimu lewat rumitnya kata-kata hingga pembalikan makna, justru disaat dunia kiwari tak lagi magis karena kemajuan teknologi.

Berhentilah memaksa Tuhan hadir dalam literasi, bahkan ketika agama memaksamu menyentuh Tuhan dalam kaligrafi. 
Sebab, Tuhan hanya akan menjadi Sabda (Logos), bila SabdaNya itu dihidupi dan tampak nyata dalam keseharian kita.

Ya, sabda itu harus menjadi daging dan tinggal diantara kita. Sabda itu harus hidup, karena hidup adalah sabda yang nyata. Hidup itu realitis, kendati di dalamnya tak terelakkan berbagai hal mistis.

Namun jangan sampai sabda itu justru mengaburkan realitas yang ada dan nyata. Sebab, sabda atau kata-kata hanya akan bermanfaat justru ketika ia mampu menjembatani antara realitas dan makna yang men…

Mangadati Lewat Video Streaming

Gambar
Seorang teman, sebut saja namanya Bornok. Ia pria Batak yang baik. 
Beberapa tahun lalu ia menikah di Jawa, dengan gadis Jawa, dipestakan dengan menggunakan adat Jawa. 
Karena keduanya sama-sama Katolik, maka sebelum pesta adat, mereka terlebih dahulu diberkati di Gereja.

Oh ya, keduanya sudah memiliki sepasang anak yang satu cowok ganteng dan satu lagi cewek cantik. Tentu saja, karena perkawinan mereka sudah berusia sepuluh tahun.

Pada awalnya, ayah-ibu Bornok tak terima anak sulungnya (siakkanganna) menikah dengan "boru sileban" (orang diluar Batak), apalagi dipestakan dengan adat sileban pula.

Nyatanya, Bornok yang asal Siantar itu tak pernah pulang. Boro-boro memperlihatkan cucunya, ia justru selalu takut untuk pulang. Untung saja, seiring waktu, sang ibu yang tadinya takt terima keadaan tersebut, datang sesekali ke Jawa melihat "pahompu panggoaran"-nya (cucu pertama dari anak pertama).

Lalu kutanya, "Nok, kenapa kau tak mau pulang? Apa kau tak rindu sama …

Mimik Si Keras Kepala

Gambar
Setelah acara#DebatEkslusif di #MataNajwa, wajah sumringah dan santainya Aho banyak dipasangkan dengan wajah kesal, marah dan bingungnya Anies.

Ekspresi wajah (mimik) tak akan membohongi apa yang sedang dirasakan atau dipikirkan si empunya wajah, tentunya.

Ahok tampil lebih santai, dan itu terlihat dari ekspresinya saat tertawa dan tersenyum. Sesekali Ahok menggaruk kepalanya sebagai ungkapan "Saya tak habis pikir (sama orang ini)".


Di sisi lain Anies terlihat kikuk dan tegang. Ia seperti dosen yang masuk kelas tanpa persiapan. Ia mengajar tanpa struktur, bahkan kata-katanya tak berurut. Boro-boro ada isinya.

Nyatanya, baik Ahok dan Najwa, ia perlakukan seperti mahasiswa yang tahu kalau ia mengajar tanpa persiapan.

"Pak Anies gak nyambung deh," kata Nana ingin menginterupsi Anies yang kikuk.
"Gimana ya. Susah juga kalau enggak ngerti," kata Ahok menanggapi omongan ngawurnya Anies.

Saya bisa merasakan apa yang dirasakan Ahok dan Nana (panggilan akrab Njawa Sihab…

Menulis Itu Tak Sekedar Menarikan Imaji

Gambar
Ketika sedang menulis, kita sering tidak tahu entah dari mana kata-kata itu datang. Biasanya kesadaran itu datang justru setelah tulisan selesai lalu kita membacanya ulang.

Ini aneh. Tapi iya kok nyata. Bisa jadi karena menulis berarti proses peziarahan pikiran menuju kesadaran baru, bahwa kata-kata yang ia tuliskan bukanlah sesuatu yang datang dari diri kita, tepatnya dari pikiran kita.

Ini kata kuncinya: Seorang penulis harus sadar sadar baha ketika ia menulis, kata-kata yang ia tuliskan bukanlah melulu DATANG DARI dirinya, tetapi HADIR MELALUI dirinya.

Di titik ini menulis itu ibarat mencinta. Mencintai dan menulis itu sama-sama proses menghadirnya keajaiban secar lebih nyata.

Tentu saja kita tak mencintai seseorang hanya dari kekuatan pikiran kita. Kita harus melibatkan hati kita. Maka lahirlah istilah "mencintai dengan tulus dan murni". Cinta model ini tak mungkin bersumber dari pikiran kita, melainkan dari hati. Sebab hati adalah media termurni dalam mengungkapkan cin…

Bekasi "In Between"

Gambar
Posisi "in between" (di antara) memang tidak enak. Ini seperti baik tapi enggak baik. Atau seperti orang jahat tapi sebetulnya bukan orang jahat.

Dalam termionologi masyarakat Batak ada istilah "i holang-holang na" yang artinya sama dengan in between tadi.

Bahasa politiknya status quo, suatu keadaan di mana situasi yang tidak jelas dibiarkan karena menguntungkan si penguasa.
Apa pun istilahnya, segala sesuatu yang berada dalama posisi "di antara" itu pasti tidak enak. Dalam bahasa para motivator handal, ini adalah posisi abu-abu (grey area) yang tak jelas memihak siapa, pun tak jelas menolak siapa.

Kota Bekasi ini ada di antara dua kota besar, Jakarta sebagai ibukota dan Bandung sebagai pusat mode. Maka wajar bila orang Bekasi kadang seperti orang Jakarta berkelindan dengan kekuasaan, tetapi juga merasa orang Bandung yang selalu awas menjaga penampilan.

Secara kultur, Bekasi juga menjadi rada mirip Jakarta yang dihuni berbagai suku. Tetapi juga harus dis…