Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Musik dan Lagu Liturgi (Part 2)

Musik dan Lagu Liturgi
Ilustrasi: Internet
Hal-hal Praktis Dalam Musik Liturgi

I. Alat Musik


01. Orgel Pipa - Suaranya mampu :
Memeriahkan upacara-upacara gerejani secara mengagumkan; dan mengangkat hati umat kepada Allah, ke surga.
    02. Jenis Alat Musik Lain – boleh, asal :
    1. Membantu memantapkan penghayatan umat beriman;
    2. Sesuai dengan fungsi kudusnya (dari sebuah lagu/jenis musik);
    3. Cocok dengan keanggunan gedung gereja – memudahkan partisipasi umat
    4. Dilarang menggunakan alat-alat musik yang benar-benar sekuler

    II. Solis / Pemazmur

    01. Buku yang digunakan:
    1. Lectionarium Missalis Romani – LM (Buku Bacaan Misa);
    2. Graduale Simplex (Buku Mazmur Tanggapan).
    02. Tempat :
    1. Ambo 
    2. Tempat lain yang pantas
    03. Tata Gestural dalam Membawakan Mazmur :
    1. Pemazmur berdiri;
    2. Umat duduk – berpartisipasi mengulang refren / ayat ulangan.
    04. Sifat Mazmur :
    1. Dinyanyikan (seharusnya); atau
    2. Didaraskan (dalam kondisi tidak ada pemazmur atau tidak dipersiapkan).
    05. Sarana :
    1. Segala saran yang tersedia dalam aneka kebudayaan dimungkinkan untuk digunakan, asalkan relevan dengan Tata Bacaan Misa;
    2. Sambil mempertimbangkan Mazmur Tanggapan yang berkaitan dengan masa liturgi yag berbeda-beda, misalnya misa votif, misa requiem (konsultasikan dengan imam yang memimpin perayaan tersebut).
    06. Teks dan Format Mazmur :
    1. Dipilih secara sekasama, sesuai dengan pemahaman umat peraya (misalnya, anak-anak, dewasa, orang tua, dll).
    2. Jika hanya 1 bacaan saja yang dipilih, nyanyian Mazmur Tanggapan langsung disambung alluia dan Injil.
    07. Petugas: Solis / Pemazmur :
    1. Solis/pemazmur 
    2. Bila tidak ada solis/pemazmur, Mazmur tanggapan boleh dibawakan oleh lektor, pembantu imam, atupun imam sendiri
    3. Paduan suara atau umat
    08. Enam (6) Format dalam Membawakan Mazmur :

    a. Hanya Solis
    1. Solis menyanyikan seluruh teks mazmur, tanpa intervensi refren tyang diulangi oleh jemaat.
    2. Teks dinyanyikan dengan nada sederhana (gaya Gregorian), gaya disentak-sentakkan (gaya Gelineau), atau lagu kesenian yang memiliki susunan musik yang khas pengarang untuk ayat/bait-nya.
    3. Kelebihan : teks dapat diartikulasikan dengan jelas oleh vokal tunggal
    4. Kelemahan : (a) bisa mengaburkan struktur mazmur yang telah dikanonkan (diterima resmi oleh Gereja), (b) bisa menyebabkan ketidakserasian pada bagain solis, dan (c) membuat jemaat sebagai pendengar pasif.
    b. Hanya Paduan Suara (Koor)
    1. Paduan suara menyanyikan mazmur seluruhnya tanpa intervensi refren yang diulang-ulang oleh umat
    2. Gaya lagu: nada sederhana (gaya Gregorian), gaya disentak-sentakkan (gaya Gelineau), dan rumusan pendarasan yang telah diselaraskan (gaya Anglikan).
    3. Kelebihan : menyisihkan ketiedakseraian penampilan vokal dalam format solo direct (format a).
    4. Kelemahan : mengaburkan teks, dan masih tetap mempertahankan format solo direct (format a).
    c. Hanya Jemaat
    1. Jemaat seluruhnya yang menyanyikan seluruh teks mazmur tanpa refren yang berulang.
    2. Gaya lagu: nada sederhana (gaya Gregorian), gaya disentak-sentakkan gaya Gelineau), atau lagu kidung dengan teks mazmur parafrasal yang berirama (misalnya versi terjemahan gaya Anglikan).
    3. Kelebihan : melibatkan termasuk seluruh jemaat aktif dalam membawakan keseluruhan teks mazmur.
    4. Kelemahan : ia menuntut pengetahuan tekstual dan musikal dari jemaat atas sumber-sumber yang seluruhnya dicetak demi memudahkan nyanyian itu.
    d. Responsorial (antara Solis/Pemazmur dan Jemaat)
    1. Solis dan paduan suara menyanyikan ayat-ayat mazmur dengan refren yang sama terus berulang dinyanyikan oleh jemaat.
    2. Kelebihan : tidak dituntut pemahaman tekstual dan musikal dari jemaat (karena refren dapat dipelajari secara rutin), namun mereka dapat dilibatkan secara aktif dalam menyanyikan bagian teks lewat vokal.
    3. Kelemahan : refren yang diulang-ulang tidak dapat dijadikan cermin dari perekembangan pemikiaran dalam teks kanonis.
    e. Antifonal (berganti-gantian)
    1. Menampilkan teknik, kelebihan, dan kekurangan seperti nyanyan lagsung dibawakan jemaat (lihat bag. 8c di atas)
    2. Kelebihan : jemaat secara vokal tidak terlalu terbebani karena setengah jemaat diam ketika setengah lainnya bernyanyi (cf. Offisi)
    3. Kelemahan : -
    f. Eksperimental (campuran)
    1. Misalnya mendaraskan mazmur dengan iringan musik.
    2. Bentuk lain: mendaraskan mazmur dengan atau tanpa sebuah refren yang diulang-ulang, dinyanyikan oleh jemaat. Lanjut Baca!

    lusius-sinurat
    Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

    Related Posts

    Posting Komentar






    DONASI VIA PAYPAL
    Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

    Subscribe Our Newsletter