iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Merawat Kerukunan dan Keharmonisan

Merawat Kerukunan dan Keharmonisan
Telah disinggung pada tulisan sebelumnya, orang muda harus peduli terhadap kerukunan dan keharmonisan sosial, saya mengajak para tokoh pemuda, untuk meneladani pola keberagamaan yang telah ditunjukkan generasi-generasi awal bangsa ini.

Ada 3 hal penting yang dituntut untuk memelihara kerukunan dan harmonitas sosial tersebut, yakni, para tokoh pemuda seyogianya:
  1. mengembangkan pluralisme agama dalam konstruksi pemahaman pembangunan kerukunan dan harmonitas sosial yang mencerahkan bagi Indonesia hari ini dan masa depan. 
  2. tak mudah terperangkap menggunakan simbol agama sebagai alat politik untuk menyerang umat yang beragama lain. 
  3. menyadari adanya perbedaan latar belakang (agama) dan meletakkan perbedaan itu sebagai ranah untuk saling menghormati ajaran (agama) lain, untuk selanjutnya menumbuhkan keimanan yang kokoh pada masing-masing umat, dan sekaligus membangun kerja sama yang lestari antarumat beragama. 
Perlu kita pahami bahwa wilayah Sumut ini adalah milik kita tanpa harus ada memtakannya berdasarkan agama, suku, dan etnis yang ada. Umat Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Khonghucu dan lain-lainnya serta etnis atau suku apa pun memiliki hak yang sama untuk menikmatinya, serta sama-sama berkewajiban untuk melestarikannya.

Konsekuensinya, kita semua bertanggung jawab mengembangkan kehidupan yang lebih baik, sejahtera, dan damai. Bagaimanapun, semua langkah dan upaya tersebut harus kita pertanggung jawabkan dihadapan Sang Pencipta. 

Maka, kita tidak boleh berbuat sewenang-wenang, seperti mendiskreditkan atau berbuat biadab terhadap orang/kelompok lain yang berbeda dengan kita, sebab inilah inti suatu keberagamaan yang hakiki. >> Selengkapnya!


Lusius Sinurat

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.