Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Pinsip Panduan Merangkai Bunga

Pinsip Panduan Merangkai Bunga
5. Panduan Merangkai Bunga

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempersiapkan dekorasi untuk tata ruang liturgis. Hal mendasar yang harus dipahami adalah pengenalan akan umat.

Seniman, decorator, perangkai bunga hendaknya berusaha menerjemahkan “siapa dirinya”dan dalam karyanya. Sebagai anggota Gereja setempat,ia merupakan reprensetasi diri umat. Karyanya adalah citra diri umatnya.

Idealnya, ia cukup mengenal dulu karakter, keadaan dan harapan umat, yang ia sendiri adalah salah satu bagiannya.kemudian, beberapa butir petunjuk berikut ini dapat dicoba diikuti.

Saya akan sajikan beberapa hal penuntun umum, di mana perangkai bunga menjadi bagian dari petugas dekorasi.

a. Pemahaman tentang makna dan norma liturgis dari setiap perayaan 
  • Pengetahuan yang lebih mendalam sebaiknya ditimba dari sumber-sumber yang bisa diandalkan (buku, ahli liturgi,dsb). 
  • Pemahaman ini penting supaya dekorator dapat merancang tema dekorasinya secara utuh dan menyeluruh sesuai dengan kaidah liturgisnya.

b. Prinsip kesederhanaan yang anggun 
  • Prinsip ini dalam bahasa Latin disebut nobilia simpliciter atau dalam bahasa Inggris noble simplicity
  • Prinsip yang ditawarkan untuk pembaharuan liturgi modern ini penting supaya rancangan dekorasi tetap sesuai dengan semangat umum liturgi modern. 
  • Kederhanaan yang anggun merupakan jalan tengah supaya kita tidak terlalu mewah –berlebihan atau pun terlalu sederhana murahan.setiap esktrem itu dalam tentu menghasilkan keindahan. 
  • Idealnya, meskipun rancangan dekorasi tampak sederhana, namun tetap mencitrakan keindahan yang anggun. Mungkin tidak begitu mudah menerapkannya.

c. Keadaan ruangan atau tempat untuk perayaan liturgis
  • Keluasaan, warna, tata cahaya, perabot dan hiasan lain yang sudah permanen atau biasa ada (gambar, patung, tulisan). 
  • Pengetahuan tentang keadaan factual juga penting agar rancangan dekorasinya dapat selaras dengan keseluruhan konteks yang ada. 
  • Mungkin ada unsur yang perlu dipindahkan, digeser, diganti, ditambahan, dsb, yang anggun. 
  • Mungkin tidak begitu mudah menerapkannya.

d. Pilihan unsur dekoratif
  • Bunga, daun, kain, lilin, dsb.langkah ini diambil setelah kita memetakan kebutuhan diatas (c) kita harus memilih unsur-unsur dekoratif apa yang diperlukan dan sesuai dengan kontes keseluruhan rancangan.

e. Konsultasi dan kerjasama antar pembuat unsur dekorasi 
  • Hal ini sudah bisa dilakukan sebelum dan selama pelaksanaan kerja dekorasi ruang liturgi. 
  • Cara kerja yang saling mengisi dan mendukung akan terasa meringankan proses kerja itu sendiri. 
  • Semua dekorator hendaknya tetap dijiwai semangat melayani liturgi, bukan hasrat untuk menonjolkan diri melalui karyanya.
Seluruh paparan diatas mungkin belum begitu mudah untuk dijadikan pedoman praktis. Bagi yang merasa terilhami silahkan mencoba menerapkannya. Lanjut Baca! 

1 < 2 < Seni Merangkai Bunga Altar Gereja > 4 > 5

lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter