Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Adorasi Sakramen Mahakudus - 4

EKARISTI DALAM KEHIDUPAN KITA SEKARANG 

Sakramen Mahakudus ini diberikan kepada kita oleh Tuhan kita yang penuh belas kasih sebagai tanda kehadiran-Nya yang terus-menerus di antara anak-anak-Nya. Sakramen Mahakudus disembah sepenuh hati oleh para kudus dan para anggota Gereja yang saleh selama berabad-abad. 

Namun demikian Sakramen yang sama diragukan oleh banyak orang, disepelekan serta diabaikan oleh yang lainnya, diterima secara tidak layak oleh sebagian, dan bahkan dilecehkan oleh yang lain. Oleh karena alasan-alasan tersebut, dan alasan-alasan lainnya yang hanya diketahui oleh Allah saja, 

Tuhan merasa perlu untuk kadang kala menegaskan kehadiran-Nya dengan mukjizat-mukjizat Ekaristi yang luar biasa. Mukjizat-mukjizat tersebut meneguhkan iman kita serta mengingatkan kita betapa kita mendapat hak istimewa untuk mewartakan salah satu dari kebenaran-kebenaran utama dan misteri teragung dalam agama Katolik: 
“Dan Sabda telah menjadi daging dan tinggal di antara kita” - tidak hanya di Betlehem, melainkan di setiap tabernakel Katolik dan di setiap hati umat Katolik yang taat. 


EMPATPULUH JAM DEVOSI 

40 jam adalah devosi yang bertujuan untuk meningkatkan penghormatan, kasih dan pengenalan kita akan Sakramen Mahakudus. Devosi itu sendiri meliputi suatu jangka waktu selama kurang lebih empatpuluh jam.

Lantas mengapa 40 jam? Pada umumnya, diyakini bahwa devosi ini dirangkai dengan upacara-upacara Pekan Suci untuk mengenangkan empatpuluh jam lamanya Tuhan kita berada dalam makam. 

Kendati demikian, hal terppenting adalah bahwa sepanjang devosi kita didorong untuk merenungkan hubungan pribadi kita dengan Kristus dalam Ekaristi Kudus, untuk mengevaluasi kembali pentingnya Ekaristi Kudus dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bilamanakah 40 jam devosi dimulai?  Di sebagian wilayah Eropa 40 jam devosi mulai diadakan pada abad ke-12 demi memohon damai kepada Tuhan, demi silih terhadap Sakramen Mahakudus, dan sebagai sarana penitensi umum. 

Sekitar tahun 1590, Paus Klemens VIII mendorong 40 jam devosi di Roma. St Yohanes Neumann, Uskup Philadelphia adalah alat yang dipakai Tuhan untuk memperkenalkan devosi ini di Amerika Serikat sekitar pertengahan abad ke-19. Hingga tahun 1866, 40 jam devosi telah dirayakan hampir di semua keuskupan di seluruh negeri. 


SEPANJANG ADORASI EKARISTI 

Bicarakanlah segala hal dengan Kristus dalam Sakramen Mahakudus. Kasih-Nya kepadamu melampaui kemampuanmu untuk memahaminya. 

Ia tahu betapa sulitnya bagimu untuk mengasihi Sakramen Mahakudus sebanyak yang engkau inginkan; Ia tahu bagaimana pikiranmu kacau dengan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari. Ia tahu juga bagaimana kehidupan rohanimu berjalan tertatih-tatih. 

Ia mengerti! Yang diminta-Nya hanyalah engkau berusaha, berusaha untuk bertumbuh menjadi seorang Kristiani yang lebih baik, berusaha untuk menyempurnakan hubunganmu dengan-Nya. 
Memang sulit, tapi tak ada usaha lain yang lebih berdaya guna daripada ini. Kata kuncinya adalah “berusaha”. Sepanjang Adorasi berusahalah terlebih lagi dari sebelumnya untuk lebih dekat pada Kristus. 

Berbicaralah dengan-Nya dalam Sakramen Mahakudus. Ia tahu tujuanmu … harapanmu … kelemahan-kelemahanmu.  Bicarakanlah semuanya dengan-Nya. - Selesai



1 < 2 < 3 < Adorasi Sakramen Mahakudus



Sumber : 
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter