Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Membentangkan Hidup Dalam Keharmonisan Kasih Allah

Edisi_2 (archive_GEMPAR, edisi 02/Minggu II/Maret/2011


> > >



Membentangkan Hidup Dalam Keharmonisan Kasih Allah


Terimakasih atas sambutan antusia dari para pembaca atas kehadiran perdana GEMPAR (Edisi 01-Minggu I-Maret 2011) pada Rabu Abu yang lalu. Mudah-mudahan kerinduan umat Paroki St. Ignatius Cimahi akan hadirnya media ringkas dan bernas sungguh terobati. Untuk itu pada Prapaskah II ini kami hadir lagi ke hadapan Anda. Kendati awalnya merangkak, tertatih hingga letih, GEMPAR berniat ingin menjadi sahabat yang secara konsisten/setia menyapa para pembaca sekalian. Perubahan atau pertobatan memang kadangkala membutuhkan usaha radikal yang mendalam. Pengalaman pertobatan radikal penduduk kota Niniwe adalah salah satu bacaan yang disuguhkan pada pekan ini (Yun 3:1-10) disamping nasihat dan ajakan Yesus bagi pertobatan kita. Benar bahwa Allah tidak saja memberi tanda Yunus, atau tanda-tanda lahiriah lain lewat kehadiran para nabi, tetapi Ia sendiri langsung turun tangan menyelamatkan kita. Semua usaha yang telah dikerjakan Allah demi pertobatan kita pada akhirnya bertujuan untuk mengembalikan kita pada hakikat kemanusiaan kita sebagai ciptaan Allah yang tampil sempurna dan hidup dalam kesejatian. Sebagai putera-puteri Allah (lih. tema II Bahan pertemuan Prapaskah) dan bagian tak terpisahkan dari Gereja dan masyarakat, kita diberi tanggungjawab untuk merawat dan mengembangkan hidup kita seturut kehendak Allah. Pendeknya kita diajak oleh Tuhan untuk sungguh memperjuangkan potensi keallahan kita di kehidupan sehari-hari, hingga kelak kita pun menikmati kemuliaanNya (bdk. Injil HM Prapaskah II, 20/3 tentang “Yesus dimuliakan di atas Gunung Horeb). Usaha pertobatan terus-menerus itu hendaknya tampak nyata dalam segala laku-tapa dan doa-doa kita, khususnya sepanjang masa Prapaska ini. Dalam konteks yang lebih spesifik pertobatan itu pun terlihat nyata dalam dinamika kehidupan menggereja di paroki kita. Perayaan-perayaan liturgi seperti jalan salib, adorasi, misa harian, devosi-devosi dan berbagai kegiatan liturgi lainnya, ditambah tindakan amal-kasih lewat tindakan berbagi, entah di tingkah Lingkungan, Wilayah, maupun Paroki juga semoga turutserta menghiasi ekspresi pertobatan umat di paroki kita. Maka kiranya tak berlebihan bila tema “Membentangkan hidup dalam keharmonisan kasih Allah” kami tabalkan sebagai tema dalam edisi ini.


_LUCIUS SINURAT_
Bagi yang mau karya tulisnya dipublikasikan di blog ini, silahkan kirimkan langsung ke: [email protected]; atau [email protected]
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter