Ad Unit (Iklan) BIG

Investasikan Waktumu !

Posting Komentar
Kesibukan Kota Jakarta ditengah malam
Di Indonesia makin banyak artis, baik aktor maupun aktris. Bagaimana tidak, stasiun TV tak henti-hentinya menciptakan acara reality show bertajuk lomba seni peran dan suara. Tujuannya tak lain untuk mencari artis baru. Sebut sajaIndonesia mencari Bakat di TransTV, Indonesian Idol di RCTI, Idola Cilik, dan acara lain sejenis yang tidak saya hafal. Pria ganteng makin bertebaran di layar-layar kaca sebagai hiburan mata para remaja dan tante-tante haus belaian pria; begitu juga pesona cantik kaum hawa yang makin menggetarkan jiwa para jejaka pencari kepuasan mata. Tetapi inilah fakta tentang mereka... tentang para artis, khususnya mereka yang berinvestasi dengan kurang tepat ! Inilah tipe artis yang pertama. Sementari tipe kedua adalah para artis yang selalu belajar dan menjalin relasi mereka dengan apik.


Mari kita lihat tipe artis yang pertama : 


Salah Berinvestasi (1)
Tahukah Anda ? Banyak aktris yang berinvestasi pada satu hal yang seharusnya tidak jadi andalan utama, yaitu KECANTIKAN. Mereka menjadi selebriti, dibayar untuk menghadiri pesta. muncul di iklan, dan mempromosikan berbagai produk yang bahkan belum tentu disukainya. Dalam waktu singkat mereka akan bertemu para pria paling berkuasa serta aktor-aktor terseksi di dunia. Mereka menghasilkan uang karena mereka muda dan cantik dan para agen mendapatkan banyak kontrak untuk mereka. Kenyataannya mereka sepenuhnya didikte para agen yang menghujani mereka dengan puja-puji. Aktris tipe ini menjadi idola ibu-ibu-ibu, gadis-gadis remaja, serta para calon aktris yang tidak cukup uang untuk pergi ke kota terdekat. Dalam waktu relatif singkat, aktris seperti ini terus membintangi film dan honornya "sedikit naik", sekalipun staf publikasi selalu mengungumkan bahwa penghasilannya "luarbiasa besar". Padahal itu bohong dan sebetulnya para wartawan pun tak ada yang percaya, tetapi mereka tetap menerbitkannya karena tahu masyarakat lebih memilih BERITA ketimbang INFORMASI. 
Waktu berlalu, mungkin sekitar 7 sampai 8 tahun, tiba-tiba tawaran film mengering, penghasilan dari pesta dan iklan mulai berkurang. Agen si aktris tiba-tiba sibuk dan tak mau mengangkat telepon. Sang bintang pun berontak: "mengapa mereka bisa berbuat begitu padaku? Bukankah aku adalah simbol seks terkenal dan ikon glamor ternama?" Dia pun memutuskan agennya. Anehnya, sang agen langsung menerima keputusan itu dan mereka pun putus hubungan sejak saat itu. Dengan agen baru sang aktris pun tak mau kehilangan ambisi. Ia masih bertingkah seperti sang diva, masih berlagak misterius. Tetapi hati mereka getir, kulit mereka penuh botox dan bekas-bekas tersamar operasi plastik. Inilah tipe artis yang pertama.

Selanjutnya mari kita lihat tipe artis yang kedua : 

Berinvestasi dengan Tepat (2)

Bagi beberapa artis kecantikan bukalah aset atau investasi utama. Mereka sadar bahwa kecantikan tidak bertahan lama. Mereka pun tidak mau muncul di iklan atau di sampul majalah karena mereka sibuk mengasah bakat seni mereka. Mereka terus belajar dan mendapatkan sederet kenalan yang akan beguna di masa depan mereka. Mereka meminjamkan nama serta wajah untuk produk tertentu, bukan sebagai model, tetapi sebagai partner. Uang masuk tentu saja sangat sedikit, tetapi ada penghasilan untuk seumur hidup.

Entah, kita mau menginvestasikan tubuh kita atau isi kepala kita !
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter