Ad Unit (Iklan) BIG

Menghormati Lawan

Posting Komentar
Kemenangan orang yang Anda hormati bukanlah kekalahan Anda, justru Anda turut menjadikan orang tersebut menjadi terhormat.

Tak mudah mengakui kekalahan dalam pertarungan yang fair play sebagai gerbang bagi kehormatan orang lain.

Siapa pun yang menjadi pemenang dalam pertarungan, dan kebetulan orang itu bukan Anda, maka tak lantas berarti Anda kehilangan rasa senang yang selama pertarungan begitu terlihat menyala.

Kita harus banyak belajar menjadi orang terhormat, dan bukan orang yang gila hormat. Kita harus banyak belajar menerima realitas, dan bukan berarti harus dengan cara memelas atau dengan suara keras.

Kita harus belajar menggapai sesuatu dengan cara kita, bukan dengan cara orang lain yang begitu getol memengaruhi Anda agar seperti mereka.

Merasa kalah itu hanya menggoreskan rasa sakit mendalam pada mulanya, tetapi kemurnian hati untuk menerima kekalahan itu sebagai tangga menggapai hidup yang lebih puritan tentu tak pernah sirna, karena ia selalu abadi.

Inilah mentalitas Bangsa Indonesia yang selalu kita agungkan dan banggakan!

Kata pelajaran PMP/PPKn/mata kuliah Filsafat Pancasila: orang Indonesia itu....
* ramah - dan bukan pemarah!
* sabar - dan bukan orang barbar!
* tulus - dan bukan penuh akal bulus!

Hanya mereka yang masih meyakini ideologi Pancasila dan punya wawasan seluasa nusantara yang masih kehendak baik ini.

Kita memang sering munafik, dan dengan pikiran picik kita berlaku licik, tetapi "hanya keledai yang jatuh dua kali ke lobang yang sama!"

Ogah gue!! 

hahahaha
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter