Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Bahagialah Dengan Situasimu

Seseorang teman di ujung Selatan Semarang berkata bahwa "tidak mudah untuk hidup sendiri".

Ya, teman ini ada benarnya. Ia sangat benar. Bukankah manusia itu mahluk sosial? Bukankah kita selalu berusaha menjadikan orang lain menjadi teman, bahkan lebih dari itu, kita bahkan ingin memiliki banyak sahabat dan saudara? 

Biar bagaimanapun keberadaan mereka turut menegaskan satu hal, yakni bahwa hidup ini adalah peziarahan menuju sesuatu yang kita bahkan tidak tahu apa namanya. Untuk itu kita perlu mencari tahu apa yang sedang kita tuju bersama.


Seorang teman lain di tengah kota Semarang berujar bahwa "kita butuh orang lain, tetapi bukan berarti kita harus menikahi orang yang mau dan mampu bertahan hidup bersama kita."

Teman ini juga ada benarnya, apalagi kalau teman yang hidup bersamanya itu memiliki jenis kelamin yang sama dengan dia. Enggak...enggak.. becanda. Maksudnya, ada banyak relasi intim yang pada akhirnya tidak harus diformalkan dalam perkawinan. 

Kita toh semua memiliki seorang atau bahkan lebih dari seorang sahabat dalam hidup kita. Tak jarang kita memperlakukan sahabat kita meleibhi suami atau istri, bahkan melebihi saudara kandung kita sendiri. 

Tak heran bila kebetulan sahabat itu berlainan jenis kelamin berbeda dengan kita, kita selalu mencegah untuk tidak menikahinya. Sebab, sejarah telah membuktikan bahwa akan berbeda cara memperlakukan sahabat dan pasangan hidup.


Seorang teman di ujung Timur Semarang sana lain lagi. Ia berujur bahwa "kalau enggak menikah lantas hidup ini mau ngapain lagi?"

Bagi teman satu ini, menikah adalah tujuan hidup. Kendati buru-buru ia menambahkan bahwa pernikahan itu neraka berhias surga; maka ia harus ditumbuhkan, dipelihara dan dipupuk agar subur, hingga lebih banyak surga daripada neraka.

Pada akhirnya hidup harus dimaknai dengan lencana berharga, baik dari diri kita sendiri maupun dari orang lain. Hal terpenting pertama dan utama adalah Anda BAHAGIA dengan pilihan Anda dan jangan membawa-bawa orang lain sebagai penyebab ketidakbahagiaan Anda.




www.lusius-sinurat.com
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter