Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

LF.01. Ad Hominem

Ad Hominem
* Diramu dari berbagai sumber Forum Sains dan Wikipedia
Ad Hominem adalah tipe perdebatan dengan cara menyerang orangnya, dan bukan menjawab isinya. Ketika si pendebat (arguer) tidak dapat mempertahankan posisinya dengan bukti (evidence), fakta (fact), alasan (reason) maka ia segera mengkritik sisi kepribadian lawan bicaranya.

Ad Hominem terdiri dari 2 tipe, yakni:

(1) Ad Hominem Abusive
Tipe pendebat yang menggunakan kata-kata yang menyerang langsung lawan bicaranya, alih-alih membantah argumennya.

Contoh :
  • Abu : "Kekacauan dalam organisasi disebabkan salah satunya oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada."
  • Badu: "Ah, itu kan pendapat Anda yang sombong dan mau turut campur saja urusan orang lain."
Penjelasan:
  • Si Badu sama sekali tidak memberikan argumentasi lawan ataupun menunjukkan kesalahan dari argumentasi si Abu, melainkan menyerang pribadi si Abu dengan mengatakan sebagai ’sombong’ dan ’mau tahu urusan orang'.
  • Dengan sikap si Badu seperti itu maka hampir bisa dipastikan bahwa diskusi tak dibutuhkan lagi. Sebab sebuah diskusi bertujuan untuk membahas suatu masalah/ isu guna mendapatkan berbagai macam sudut pandang dan pemecahannya.

(2) Ad Hominem Circumstansial
Tipe pendebat yang menggunakan hal-hal di sekitar si lawan bicara dalam hubungan yang tidak relevan; dengan tujuan untuk menyerang si lawan bicaranya.

Contoh :
  • Abu: "Kenaikan harga BBM memang sangat diperlukan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan defisit neraca pembayarannya."
  • Badu: "Ah, kamu kan memang sudah kaya raya, jelas saja tidak merasakan penderitaan rakyat."
Penjelasan:
  • Jawaban si Badu mengenai apakah Abu itu kaya atau tidak samasekali tak ada hubungannya dengan argumentasi yang dikemukakan Abu. Hanya karena Badu kaya maka tak lantas argumentasinya tidak valid.
  • Di sini terdapat gejala logical fraud (penymimpangan logika) kedua, yakni mind reading (membaca pikiran): bagaimana Badu tahu isi hati si Abu bahwa ia dikatakan tidak merasakan penderitaan rakyat?

(3) Ad Hominem Tu Quoque
Tipe pendebat yang mengatakan bahwa lawan bicara tidak berhak menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang dikatakannya.

Contoh :
  • Abu: "Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti sekarang ini maka sebaiknya kita menghemat pemakaian energi dan mencegah pemborosan-pemboroasan yang tak perlu."
  • Badu: "Ah, mobil Anda saja Land Rover yang terkenal boros bensin. Jadi Anda tidak pantas untuk menganjurkan penghematan."
Penjelasan: 
  • Bagaimana tingkah laku si Abu dalam kenyataannya tidak memiliki relevansi untuk menjelaskan validitas argumennya. 
  • Disamping itu, kita tidak tahu sama sekali tentang pertimbangan-pertimbangan apa yang terdapat dalam benak si Abu untuk menggunakan mobil Land Rover.

Selanjutnya: Argumentum Ad Fides (Appeal to Faith)


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter