Ad Unit (Iklan) BIG

Hetel

Posting Komentar
Hetel KATA "hetel" dalam bahasa Batak Simalungun kerap diterjemahkan dengan "centil" atau "genit" dalam bahasa Indonesia. Kalimat "Hetel tumang dassa ham botou" (kamu centil banget sih) kerap kudengar di lingkungan sini. Lantas apa itu hetel dan siapa saja yang tergolong hetel?

Hetel atau cunihin (Sunda) atau mentel (Jawa dan Batak Toba sama-sama akrab dengan istilah ini) nyaris tak pernah dipahami dalam pengertian negatif.

Ini berbeda dengan penggunaan kata genit atau kata centil di tatanan masyarakat kota yang kerap diasosiasikan secara negatif, misalnya, "Gila tuh cewek. Genit banget. Masa suami orang aja mau diembat?"

Di tatanan masyarakat Batak pada umumnya, dan masyarakat Simalungun pada khususnya tak memahami kata hetel dalam pengertian negatif. Sebaliknya, terminologi hetel atau mentel malah lebih bernada "cerdas" atau "kreatif" di tengah masyarakat Simalungun sini.

Beginilah si hetel menampilkan dirinya....
Si hetel akan berusaha selalu apik dalam penampilannya, dan tak mudah baginya menampakkan diri di depan khalayak ramai bila tak berdandan menarik.

Si hetel memang sangat mencintai cermin persis seperti mencintai kecantikannya sendiri.

Si hetel juga akan merasa dijolimi bila dituduh tak punya pacar atau kekasih. Tak jarang pula si hetel selalu merasa diri paling 'laris' dibanding gadis lain, terutama sebayanya. Dan memang ia punya modal untuk itu.

Tak mudah bagi si hetel  menerima kenyataan bahwa ia tak dicintai atau diperlakukan spesial oleh seseorang. Baginya, pria yang berhasil menaklukkan dirinya adalah pria terhebat, terganteng sedunia. Minimal itu versinya sendiri.

Dengan ciri-ciri yang disebutkan di atas tak lantas berarti bahwa seorang gadis hetel berbahaya. Oh ya, jangan lupa pula bahwa tak jarang sifat hetel bisa melekat dalam diri seorang pria, apalagi pria ngondek.

Keistimewaan si hetel di atas justru lahir dan hadir dari rasa percaya di yang meyakinkan. Si hetel  memang hampir selalu merupakan orang yang pede alias punya self-confidence di atas rata-rata. Hampir pasti bahwa si hetel adalah tipe orang yang suka bergaul dan punya banyak teman.

Di titik inilah si "anak boru na hetel" (gadis centil) dalam batasan tertentu justru disenangi dan digandrungi banyak garama (lelaki muda). Begitulah sifat atau sikap hetel bisa menjadi modal seseorang dalam tata pergaulan sosial.

Tetapi serentak, bila pa-hetel-hu (alias kecentilan, genit banget, bahkan cenderung nakal) maka serentak ia harus siap dijauhi. Artinya, bila si hetel sampai lupa diri, maka ia tak akan disukai.

Sebab si hetel itu selalu rawan menjadi orang yang ke-pede-an (over-confidence) atau dalam bahasa Batak disebut "pallobian" (berlebihan).

Pendeknya, bila tak hati-hati, si hetel rawan jadi si reteng alias si remeng (si cerewet), bahkan jadi si heppot (si gegabah). Jadi, boleh hetel (genit), tapi jangan pahetelhu (kegenitan). Sah-sah saja jadi si hetel, tapi jangan padukan kehetelan itu dengan keremengan atau keretengan-mu.

Bila itu kamu lakukakan maka orang hanya kan mengenalmu sebagai si hetel na heppot jala na hetel alias orang yang keterlaluan alias si gegabah! Meminjam nasihat orang Sunda, "Tong gagabah atuh !" (Jangan gegabah dong).



lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter