iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Waktu Adalah Asa

Waktu Adalah Asa
Seorang pria terkejut karena menjumpai tunangannya sudah dilego dan dinikahi oleh pria lain. Ia sontak terdiam, dan tak tahu harus berbuat apa.

Tindakan yang paling awal ia lakukan saat tahu peristiwa itu adalah menyalahkan dirinya.

Ia menyalahkan dirinya karena merasa lemah. Ia merasa dilemahkan oleh cantikanya sang gadis pujaan hati, hingga ia tak habis mengerti mengapa ia harus mencintai gadis yang salah.

Setelah peristiwa itu ia memang merasa bersalah, dan rasa itu ia timpakan pada dirinya sendiri. Di hatinya selalu bergejolak pertanyaan penuh emosi, "mengapa aku bisa begini... mengapa aku begitu bodoh.... mengapa aku begitu khilaf.. kok aku bodoh sekali.. dst".

Tapi tak lama kemudian, setelah ia berangsur pulih dari rasa frustasinya, seorang sahabatnya bertutur lantang bahwa tentang penghianatan mantan sang pujaan. Amarah yang mulai mereda malah kembali bergolak.

Kalau awalnya ia hanya menyalahkan dirinya, kini ia mulai fokus pada kesalahan pihak lain, ya.. mantan tunangannya itu.

Hatinya begolak, detak jantungnya berdegub semakin kencang, pikirannya liar bertabur imaji entah ke mana-mana. Emosinya meluap.

Andai saja ia seorang pendendam dan penuh dengki pada sang mantan, maka ia akan segera mencari sang kekasih hingga ke ujung dunia, dan kemudian membunuhnya.

Tapi itu tidak dilakukannya. Ia tak mampu menjadi pria senekat itu. Lagipula nasi sudah menjadi bubur, antara cinta dan benci pun telah melebur.

Baginya waktu tak pernah bisa dijangkau, entah ke belakang, entah ke depan; dan hanya atas bantuan Sang Pemilik Waktu lah dia bisa memaknai perjalan hidupnya.

Kendati ia sadar bahwa ia sering termenung saat menyadari kelemahannya, tetapi di lain waktu ia juga bisa mengayun langkah penuh gembira.

Hidup adalah waktu, dan waktu adalah hidup. Hanya waktu yang bisa menghentikan hidup; tetapi hanya waktu pula yang membuat hidup lebih hidup.

Di penghujung kisah derita dan tepat di awal kisah bahagianya mulia tersibak, si pemuda berpesan kepada kita,

"Hargailah waktu dan jangan menghentikan hidupmu di saat harapan masih ada."

*Terinspirasi dari dari perjalanan sebuah grup dunia maya yang kerapa dirundung perdebatan, siapa yang sesungguhnya paling mencintai tokoh yang menjadi tagline grup mereka.

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.