Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Mental vs Mentel

Mental vs Mentel
Untuk kata genit atau centil, orang Batak dan orang jawa mengenal kata "mentel". Artinya kurang lebih sama dengan genit atau cunihin (Sunda). Kata ini tentu saja memiliki asosiasi yang positif. Jadi, bukan genit yang mengarah ke seksualitas.

Orang mentel biasanya orang yang secara gestural agak berlebihan. Misalnya mengatakan sesuatu dengan gerakan mulut dan tubuh diluar kewajaran.

Sehari-hari kita kerap melihat jenis orang seperti disebutkan di atas, dan biasanya mayoritas dari si mentel ini adalah perempuan.

Sayangnya hari-hari ini kata "mentel" juga kerap diterjemahkan dengan kata over-acting yang menunjuk pada gaya berlebihan yang ditampilkan oleh seseorang dalam kesehariannya.
Di titik inilah kata mentel bahkan telah menjurus ke kata "mental" (hanya beda satu huruf) sebagaimana dilakukan oleh para pejabat yang terbiasa tampil mentel tapi demi menutup mental korupnya.

Ini yang dilakukan oleh si Damayanti Wisnu Putranti yang gaya bicara dan tindak-tanduknya selalu mentel. Damayanti bahkan tak peduli dengan mental korupnya saat "mengamankan" dana proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) tahun 2016 bersama teman-temannya di Komisi V DPR-RI.

Kalau enggap percaya lihat sendiri deh... betapa hari-hari ini mereka yang berpenampilan mentel semakin banyak dibui karena mental mereka yang semakin korup. 

Mereka pada awalnya tampil mentel saat menjadi relawan Jokowi atau pendukung Ahok, lalu kemudian setelah keinginannya terpenuhi, mereka akan kembali ke mentalitasnya semula, yakni menjadi pencuri harta negara.

Sepertinya dari berbagai kasus serupa akan lahir judul sinetron baru, yakni "Si Mentel Bermental Korup!" Tak hanya wanita, para pria mentel pun semakin banyak bermental korupsi. Mengapa? Sebab ke-mentel-annya mereka dengan mudah mengelabui mental korupnya.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter