Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Nabiraon

"Bohama akka jolma nabiraon," kata seorang pria yang suka mengenakan topi pak ustad saat ngobrol bersama kami di sebuah kantin di Universitas swasta di Medan.

Sepanjang menjadi orang Batak Toba, kendati bukan penutur asli bahasa Toba dalam kehidupan sehari-hari (karena lahir hingga remaja di daerah Simalungun), jujur aku baru mendengarkan kata ini, "NABIRAON".


Maka saat kata itu diucapkan oleh teman dosen tadi, aku tak begitu menangkap apakah ia melafalkan na-firaun-on atau nabiraon. Untung saja sobat yang juga mendengarnya memastikan bahwa kata yang dilafalkan tadi adalah nabiraon.

Usut punya usut, dan setelah bertanya kepada beberapa teman, akhirnya aku baru mengerti bahwa secara etimologis, kata nabiraon berasal dari kata "bira" (telor). Dengan penambahan na- dan akhiran -on, maka nabiraon menjadi adverbium yang berarti yang sedang bertelor.

Tampaknya menjadi logis ketika kata "nabiraon" (yang sedang bertelor) merupakan penggalan dari kalimat "manuk nabiraon" (ayam yang sedang bertelur).

Kita tahu bahwa ayam betina yang sedang bertelur begitu cerewet, "kokokokokokkkk..." Tampaknya ini cara ayam mengekspresikan rasa sakitnya bersalin, alias mengeluarkan telor dari 'anu'-nya.

Di titik inilah aku sangat paham apa yang dimaksud tadi oleh teman sambil menunjuk pada dirinya sendiri, "Bohama akka jolma nabiraon" yang artinya, "Maklumlah orang yang sangat cerewet" .

Ringkasnya, nabiraon berarti yang sedang bertelur atau sebagai kata sifat berarti seseorang yang sangat cerewet dan tidak bisa diam. Jenis orang nabiraon ternyata masih di atas "najabir" atau "naremeng" yang memiliki arti kurang lebih sama: cerewet.

Entah berapa banyak pria seperti pengakuan sang dosen tadi, yang tak bisa diam dan cerewet tiada henti alias nabiraon. Minimal dalam pembicaraan sore tadi ia begitu mendominasi pembicaraan.

Anda pria atau wanita jenis orang "nabiraon" ?




Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter