iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Tudingan Kepada Ahok

Tudingan Kepada Ahok

"Siapakah Ahok Sehingga Banyak Orang Ingin Menyingkirknnya?" Sudah 12 kali sidang Kasus Penistaan Agama dijalani Ahok. Tentu saja ini sangat melelahkan. Jangankan bagi Ahok, bagi masyarakat Indonesia pun sidang ahok ini sangat melelahkan.

Ada 2 alasan penting yang mewarnai tudingan terhadap Ahok.

Pertama, pasti soal besarnya anggaran yang bisa dimainkan di Jakarta. Persoalannya selama Ahok jadi gubernur, banyak kelompok yang tak mendapatkan bagian seperti di masa sebelumnya.

Ahok mengunci passive income dari ormas, LSM, pun para anggota DPRD, para pejabat, dan berbagai instansi yang sudah terlalu lama menikmati uang negara tanpa bekerja.

Tentu saja mereka akan merasa rugi bila sarana dan prasarana di Jakarta jauh lebih baik. Sebab hal itu berarti uang masuk mereka dengan mengatasnamakan kepentingan perbaikan jalan berkubang, renovasi kantor, perbaikan wc dan beli tissue DPRD, uang jalan dan uang saku untuk sewa kendaraan, dst akan hilang.

Mereka ini pasti merasa rugi, bahkan kehilangan pendapatan semenjak Ahok menjadi gubernur. Jalan keluar satu-satunya adalah menyingkirkan Ahok.

Kedua, sejalan dengan alasan pertama, kelompok yang tadi ingin menyingkirkan Ahok, kini telah mengiapkan calon gubernur baru yang lebih soft dan lebih mudah diajak kerjasama berbagi anggaran.

Pendeknya, mereka sadar, tanpa Ahok mereka akan jauh lebih mudah berkompromi soal uang negara. Pastinya, tujuan ini bisa terwujud, mengingat Pilkada DKI masih belum tuntas.

Jangankan para pengamat yang doyan komat kamit dan kadang terlihat kumat berpindah haluan sesuai bayaran, rakyat di Onan Runggu, Palipi pun tahu kalau apa yang terjadi dengan Ahok ini hanyalah akal-akalan.

Dalam hal tertentu, omongan warga kampung ini bahkan jauh lebih cerdas, "Ai holan tu hepeng i do antong ibagas utok-utokni akka panakko na mardasi i." (Hanya uang aja sih yang ada di pikiran para pencuri berdasi/pejabat itu).

Bersama anak-anak Sekolah Minggu, inang-inang di Onan Baru pangururan pun bernyanyi,

"Apa yang dicari orang?"
UANG!

Apa yang dicari orang siang, malam, pagi, petang?
UANG!

Thanks Ahok, lewat kasusmu dan kasus kopi sianida, masyarakat semakin paham betapa para hakim, jaksa, pengacara, dan semua aparat hukum harus banyak mendengar suara hatinya.

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.