Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Swafoto

Swafoto
Pada umumnya setiap orang itu narsis. Keberadaan media sosial semakin mempertegas narsisme tadi.

Bukankah kita suka memajang foto diri, aktivitas, dan segala hal yang terkait dengan diri kita di media sosial tadi?

Nyatanya, kita bisa pastikan bahwa tak ada orang yang memajang foto terjeleknya, minimal sebagai foto profilnya (photo profile).

Sebaliknya, semua orang justru ingin menampilkan yang terbaik, entah foto tercantik maupun foto terganteng.

Tentu saja hal ini alami. Sangat wajar. Jelas, karena keinginan untuk menempilkan diri secara lebih baik adalah passion tiap orang.

Namun sering terjadi kita mengabaikan orisinalitas. Termasuk saat kita mempublish foto. Jarang sekali orang hanya memotret lalu mengunggahnya. Biasanya kita mengedit dulu. Ya memperbaiki foto tadi dengan berbagai aplikasi editor foto gratis yang tersedia di Android kita.

Lagi-lagi ini sangat wajar. Bukankah setiap orang selalu menginginkan tampilan terbaik?

Namun sedikit agak tidak lazim justru ketika orang kekinian justru mulai enggak percaya pada hasil jepretan orang lain. Maka mulailah kebiasaan selfie memotret diri sendiri. Dalam bahasa Indonesia kebiasaan ini disebut swafoto.

Kebiasaan swafoto, yang didukung berbagai produk ponsel canggih ini, ternyata bukan saja merugikan tukang foto atau studio foto.

Kebiasaan swafoto juga ternyata telah menciptakan manusia yang super egois hingga tak mudah percaya orang lain.

Tentu saja hal ini sangat logis. Sebab, ketika semua hal bisa Anda kerjakan sendiri, buat apa bantuan orang lain?

Konsekuensinya, lewat kebiasaan swafoto, manusia kekinian justru sering kehilanagan pegangan hidupnya. Boro-boro sempat menikmati setiap moment yang ia lihat dan jepret.

Hari-hari ini, kita bahkan tak sempat menikmati liburan yang telah kita jadwal sendiri. Ya, karena keindahan dan keajaiban semesta tadi lebih sering kita lihat dari kamera ponsel kita, bukan dengan mata telanjang kita. (at Holy Temple - Tanah Lot, Bali)


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter