Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Ahok Cahaya Indonesia

Ahok Cahaya Indonesia
Rasanya tak berlebihan jika mengatakan Ahok adalah Cahaya. Selama menjadi gubernur DKI, Ahok memang menerangi kegelapan di sekitarnya. Bahkan cahayanya seakan tak pernah redup, bahakn ketika ia dipenjarakan oleh para penikmat kegelapan.

Pesona ahok bukanlah ketampanan atau cara berpakaiannya yang stylist dan modis. Sebab banyak orang yang lebih ganteng dan lebih modis dubanding Ahok.

Pesona Ahok tampil dalam cahayanya yang menyinari orang miskin yang tak punya tempat tinggal, para tukang parkir, preman jalanan dan mereka menjalani kehidupan yang sangat keras di jalanan yang dimanusiakannya dengan memberinya pekerjakan oleh sang gubernur, juga anak-anak miskin yang disekolahkan, bahkan anak-anak yang kini bisa bermain riang di RPTA-RPTA yang dibangunnya.

Pesona Ahok adalah ketulusannya membantu siapapun, terutama warga Jakarta yang membutuhkan pertolongannya, mulai dari mendengarkan laporan warganya, memberi jalan keluar hingga mengecek apakah laporan warga tadi sudah tuntas atau belum.

Ahok memang cahaya. Saban pagi ia datang lebih awal dari karyawannya. Ia datang bersama terbitnya mentari pagi. Tentu, karena ia sudah ditunggu warga yang menanti sinarnya.

Bersama dengan bergulirnya waktu, cahaya itu makin besar hingga menyinari Indonesia. Ahok pun jadi model pemimpin masa kini di Indonesia, negeri yang setelah 70 tahun merdeka baru mendapatkan pemimpin sekaliber Ahok.

Mayoritas penduduk Indonesia seakan merasakan efek cahayanya Basuki Tjahaja purnama. Tak hanya itu, cahayanya bahkan telah meresapi hidup mereka.

Ketika cahaya Ahok hendak dipadamkan oleh rencana busuk lawan-lawan politiknya dengan cara menekan hakim agar menyingkirkannya, warga negeri indah ini pun melawan. Tentu saja, karena mereka tak mau tinggal dalam begeri kegelapan.

Kini terbuktu bahwa cahaya Basuki tak mungkin meredup hanya dengan hukuman 2 tahun penjara. Tidak. Saban hari, setelah Ahok dijafikan tumbal hingga dipenjara, cahayanya justru makin terang.

Seantero negeri, mulai dari Jakarta, Medan, Bandung, Tangetang, Depok Nias, Manado, Bali Pematangsiantar, Surabaya, dan hampir seluruh propinsi menunjukkan kepada dunia, bahwa cahaya Ahok takkan pernah padam.

Ini menjadi bukti bahwa, cahaya kebaikan, ketulusan, kejujuran, keadilan, dan kedamaian tak mungkin padam oleh ulah para pembawa kegelapan bagi negeri ini, yakni para pemupus harapan kemajuan indonesia.

Terimakasih, sang cahaya,
Basuki Tjahaja Purnama
We love you like we love Indonesia.
You'll never walk anymore.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter