Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Ahok Tetap Belajar Walau Dipenjara

Tetap Belajar Walau Dipenjara
Foto: Inilah.Com
Ketika para koruptor dipenjara, mereka selalu berupaya mencari keistimewaan dari sipir penjara. Ada beberapa koruptor yang bahkan setiap malam berupaya bebas keluar-masuk penjara, bahkan dengan pengawal segala.

Tentu bekerjasama dengan sipir penjara hingga melakukan kebiasaannya menyuap para staf dan pengawal di penjara. Uang adalah alat terpopuler untuk upaya ini. Paling tidak, mereka masih menyisakan uang hasil korupsinya sebagai persiapan bila akhrinya tertangkap dan dipenjara.

Kita masih ingat dengan nama Gayus Tambunan, sosok megakoruptor sang penilep pajak dalam jumlah sangat besar. Gayus justru bebas keluar-masuk, bahkan sesuka hatinya. Ia bahkan tertangkap kamera sedang menonton pertandingan tenis di Pulau Dewata.

Tak hanya Gayus. Beberapa koruptor lain, pun penjahat kawakan dan berpengaruh juga melakukan hal yang sama. Mereka sering sarapan dan makan siang di penjara, tetapi di malam hari ia tidur justru di rumah atau dihotelnya. Tentu, dengan berbagai kesepakatan, ia akan pulang tepat waktu ke ruang tahanannya.

Tapi Ahok berbeda. Tentu saja. Ia dipenjara karena konspirasi lawan-lawan politiknya, yang juga lawan politik mantan bosnya di DKI, yakni Presiden Jokowi. Kendati kasusnya tak jelas, termasuk amar putusan yang pada akhirnya menimbulkan gejolak di berbagai belahan dunia, Ia tetap menerima keputusan tersebut sembari menuntut hasil naik banding yang diajukan pengacaranya. 

Nah, selama 5 hari di penjara, Ahok justru tetap menjaga kesehatan fisik dan pikirannya. Ia tetap melakukan yoga dan membaca berbagai buku, mulai dari Kitab Suci dan buku-buku lain. Ahok seakan tak mau menangisi hukuman tak adil yang ia terima. Sebaliknya ia justru mencoba untuk tetap bangkit dan bersemangat. 

Bagi Ahok, di penjara atau di mana pun ia harus memaknai waktu dengan baik. Sebab, seperti telah disinggung di atas, bagi Ahok, terus menerus menangisi perlakuan buruk yagn ditimapakan kepadanya justru tak ada gunanya. Ia bahkan seakan melupakan sejenak apa yang telah ia perbuat bagi negara yang dicintainya.

Hidup harus berlanjut, dan cara terbaik untuk memaknai hidup adalah menjalaninya dengan hal-hal positif. Membaca Kitab Suci dan berbagai buku, plus senam yoga, menurut Ahok adalah beberapa cara untuk membangun pemikiran positifnya.

Saya percaya pak Ahok pasti belajar banyak hal di penjara!
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter