-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Yayasan Kevikepan St Thomas Rasul Pangururan-Samosir

Posting Komentar
Yayasan Kevikepan St Thomas Rasul Pangururan-Samosir
Logo Yayasan Kevikepan St Thomas Rasul Pangururan Samosir | Designer : Lusius Sinurat


Desain Gambar dan Makna Filosofisnya:

Gambar Utama:

Gambar ikonik Santo Thomas Rasul yang sedang memasukkan jarinya kedalam lambung Yesus yang telah bangkit yang dibingkai dalam lingkaran bertulisan nama Yayasan Kevikepan St Thomas Rasul Pangururan-Samosir dengan latar Danau Toba sebagai tempat kedudukannya.

Makna Filosofis:

  • Ikonik Santo Thomas Rasul memasukkan jarinya kedalam luka Yesus di tengah lingkaran melambangkan perjanalan iman Santo Pelindung Vikariat Episkopal St. Thomas Rasul, yakni salah satu dari keduabelas murid Yesus, yakni Thomas Rasul atau sering disebut Thomas Didimus.
  • Gunung dan Danau Toba sebagai latar logo menggambarkan tempat kedudukan Vikariat Episkopal St. Thomas Rasul, yakni di Pangururan, Pulau Samosir yang terletak ditengah Danau Toba dengan segala keindahannya.
  • Buku dengan halaman terbuka melambangkan Kitab Suci dan berbagai ajaran Gereja Katolik yang menjiwai visi, misi, nilai dan tujuan Vikariat Episkopal St. Thomas Rasul.
  • Tulisan Scio cui Credidi merupakan ruang simpul ‘pertobatan’ St. Thomas Rasul:
    "dari PERCAYA PADA APA YANG TERLIHAT OLEH MATANYA - “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya" (Yoh 20:5) menuju PERCAYA PADA APA YANG TERLIHAT OLEH HATINYA - “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28)

    yang dirumuskan oleh St. Paulus dalam 2 Tim 1:12: “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan."
    Ungkapan Scio cui Credidi oleh karenanya adalah iman St. Thomas Rasul yang digapai lewat pengetahuan dan pengalaman hidupnya yagn nyata, terutama pada saat menyaksikan kebangkitan Yesus, guru dan Tuhannya.

    Maka, seturut pengalaman iman St. Thomas Rasul, iman yang menyelamatkan adalah iman yang melulu mengandalkan Yesus, Tuhan dan Juruselamat di sepanjang hidup kita. Sebab, bersama Yesus, kita tahu secara pasti kepada siapa kita harus percaya: Scio cui Credidi (aku tahu kepada siapa aku percaya).
  • Warna merah yang ada dalam lambang merupakan energi, motivasi, kreativitas, keberanian dan pengorbanan Gereja di Vikariat Episkopal St. Thomas Rasul, khususunya Yayasan Kevikepan St Thomas Rasul Pangururan-Samosir dalam mewartakan Kabar Gembira tentang kebangkitan Yesus seturut semangat St. Thomas Rasul.

    Warna merah juga merepresentasikan model pewartaan Yayasan Kevikepan St Thomas Rasul Pangururan-Samosir yang berlandaskan kasih, kebebasan dan keberagaman yang dicapai lewat berbagai program pembinaan dan penggembalaan di tingkat Lingkungan Paroki, Stasi dan Lingkungan yang berada dalam naungan Vikariat Episkopal St. Thomas Rasul Samosir.

    Akhirnya, warna merah untuk tulisan “Vikariat Episkopal St. Thomas Rasul Samosir KAM” bertujuan untuk menonjolkan nama Vikariat.
  • Warna Putih melambangkan aura kebebasan dan keterbukaan Yayasan Kevikepan St Thomas Rasul Pangururan-Samosir dalam mengelola berbagai program pembinaan dan penggembalaan umat di tingkat Lingkungan, Stasi, Paroki hingga Kevikepan.
  • Warna Hitam melambangkan efek psikologis berupa kesan positif yang mendalam dari umat Katolik atas keberadaan Yayasan Kevikepan St Thomas Rasul Pangururan-Samosir sebagai wahana subur bagi pertumbuhan iman mereka.



lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter