Entri yang Diunggulkan

Kita Sedang Memproduksi Diri Kita Sendiri

Sejalan dengan Michel Foucault, di dunia postmodern, orang tak ingin menemukan dirinya sendiri, rahasia-rahasianya dan kebenarannya yang tersembunyi. Orang justru merasa diwajibkan untuk menciptakan dirinya sendiri. Melalui kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi, relasi antar manusia semakin…

Monas dan Monopoli Anis-Sandi

Monas dan Monopoli Anis-Sandi
Konsekuensi logis dari salah memutuskan adalah tuntutan kesamaan hak. Saat Monas diizinkan untuk kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi alumni 212, maka Natal, Imlek, waisak dst akan menyusul.

Hanya satu yang pasti. Gereja Katolik tak mungkin merayakan Natal di Monas, bahkan ketika izin Gereja St Klara Bekasi tak kunjungan tuntas, atau sulitnya mendirikan Gereja masih marak terjadi DKI dan Jabar.

Gereja Katolik lebih suka merayakan Natal beberapa kali di gereja yang sama, bila umatnya melebihi kapasitas gereja. Selain karena minoritas, Gereja Katolik juga masih konsisten untuk memberi ruang pada keheningan dan nuansa Suci dalam peribadatannya.

Terlebih lagi, Gereja Katolik memaknai Natal bukan perasaan puncak sejarah keselamatan umat Manusia, melainkan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, Putera Allah yang hidup. Di titik ini perayaan Natal bukanlah konser atau ajang memperkenalkan kebolehan Gereja.

Intinya, Gereja Katolik sangat berhati-hati menanggapi keputusan politik yang sangat sensitif memecah belah masyarakat, apalagi merusak kedamaian dan hidup toleran yang sudah berjalan baik selamat ini.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter