Entri yang Diunggulkan

Kita Sedang Memproduksi Diri Kita Sendiri

Sejalan dengan Michel Foucault, di dunia postmodern, orang tak ingin menemukan dirinya sendiri, rahasia-rahasianya dan kebenarannya yang tersembunyi. Orang justru merasa diwajibkan untuk menciptakan dirinya sendiri. Melalui kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi, relasi antar manusia semakin…

Keseimbangan Jokowi



Beberapa hari lalu, disela-sela kunjungannya, Presiden Joko Widodomampir di Desa Balapulang, Tegal, Senin (15/1/2018) dan menemui petani yang sedang berada ditengah sawahnya.

Menteri PU, Basuki ikut. Begitu juga dengan Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng. Mereka meninjau para petani dan berbincang-bincangtentang program pembuatan irigasi tersier.

Perbincangan Jokowi, Ganjar Pranowo dan Menteri Basuki berlangsung hampir 30 menit sembari menyusuri area persawahan yang dibuatkan irigasi.

Mungkin karena tak terbiasa jalan di pematang sawah, Ganjar kepleset, karena salah posisi. Tentu tak mudah menjaga keseimbangan saat berjalan di pematang sawah.

Kaki Ganjar pun terpleset hingga sepatunya sudah berlumuran lumpur sawah. Ia nyaris jatuh karena tubuhnya sudah terhuyung. Tapi syukurlah tubuhnya gak sempat terjerembab ke lumpur sawah.

Adalah Presiden Joko Widodo yang sigap dan spontan menahan tubuh Ganjar hingga keseimbangannya kembali normal.

Warga yang hadir di sekitar Jokowi begitu fokus pada sang pemimpin mereka , terutama petani yang ia sapa. Maka peristiwa tadi pun terlewatkan oleh wartawan, bahkan khalayak yang hadir.

Untung saja orang yang menjadi "pusat perhatian" tadi tak hanya fokus pada dirinya, sebaliknya justru selalu awas pada sekitarnya. Jokowi pun berhasil menahan tubuh Ganjar.

*****

Jokowi memang pencuri perhatian. Saat berjalan dengan walikota, bupati, gubernur bahkan menterinya, Jokowi selalu jadi bintang. Dimana pun sama saja.

Gerak-geriknya selalu jadi pusat perhatian, hingga tak jarang para wartawan lupa menyorot orang-orang di sekitar Jokowi.

Kita tahu ada banyak pesohor yang jatuh, justru setelah mereka berada di puncak karirnya. Biasanya sih karena mereka sudah tak jadi dirinya sendiri.

Mereka akan lebih hati-hati dalam segala hal dan selalu mawas diri dari segala bahaya yang mengancam. Keamanan dan kenyamanannya adalah berlian yang harus dilindungi banyak pengawal.

Para pesohor pada umumnya hanya akan menjawab telepon bila sudah di-screening oleh asisten pribadinya. Ia tak lagi membawa ponselnya sendiri, begitu juga tas dan segala peralatan yang biasa ia pakai, bahkan ia tak lagi berani mengikat tali kasutnya.

Sebaliknya, Jokowi yang jauh lebih tersohor dari para pesohor di tanah air ini justru tak ikut memuja dirinya sendiri. Ia justru berada ditengah orang yang memujanya, tanpa jarak dan tanpa pengawalan super ketat agar ia tak jatuh ke dalam sawah.

Secara politis, jabatan presiden adalah karir tertinggi dan hanya bisa diraih oleh orang-orang tertentu. Faktanya, Jokowi nyaris tak pernah berlaku sebagai bos ditengah anak buahnya.

Hal yang sama terjadi ketika ia masih menjabat walikota Solo, Gubernur DKI hingga kini menjadi presiden. Jokowi tetap memperlakukan dirinya dengan cara yang sama.

Kalau ia tekena flu atau kedinginan saat suhu AC begitu dingin, ia hanya akan mengoles minyak kayu putih yang selalu ada di kantongnya. Saat bekerja tetap saja ia lupa makan, dan saat makan ia akan melahap apa saja yang telah dihidangkan untuknya.

*****
Jokowi memang selalu merasa ia sebagai rakyat. Diantara semua presiden yang pernah kita miliki, hanya Jokowi Jokowi yang lepas bebas, tanpa pengawalan ketat saat hendak menemui rakyatnya.

Ia bisa saja tiba-tiba menghentikan mobil RI-1 nya hanya untuk menyapa rakyat yang dadah-dadah dan meneriakkan namanya, atau membagi buku tulis tipis untuk anak-anak yang merindukannya.

Itu pula yang terjadi di Tegal, seperti telah disinggung di atas. Dalam kunjungannya itu Jokowi pun menerobos protokolernya dan tiba-tiba masuk sawah menemui petani.

Mungkin karena telah terbiasa dengan berbagai situasi, Jokowi selalu bisa beradaptasi secara kilat. kemanapun pergi, ia selalu merasa dirinya bukan raja. rakyatnya pun senang dengan pendekatan pimpinannya itu. Hingga yang terjadi, Jokowi selalu dielu-elukan sebagai raja terhormat saat mengunjungan mereka.

Hebatnya, Jokowi yang sangat menguasai lapangan dengan situasi berbeda, ia pun selalu tahu apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Lihatlah, betapa ia sigap menahan tubuh Ganjar Pranowo yang nyaris terjerembab di tepi pematang sawah.

Jokowi emang bukan presiden biasa. Ia adalah presiden yang dengan rendah hati mengaku dirinya berdosa dan kemamuannya biasa-biasa saja.

Harusnya, para pemimpin agama harus merasa malu ketika kehormatan yang semestinya mereka dapatkan berkat kesucian mereka, kini justru dialamatkan umatnya kepada sosok Presiden yang mencinta mereka.

#JokowiMemangBukanPresidenBiasa



Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter