Entri yang Diunggulkan

Kita Sedang Memproduksi Diri Kita Sendiri

Sejalan dengan Michel Foucault, di dunia postmodern, orang tak ingin menemukan dirinya sendiri, rahasia-rahasianya dan kebenarannya yang tersembunyi. Orang justru merasa diwajibkan untuk menciptakan dirinya sendiri. Melalui kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi, relasi antar manusia semakin…

Macat

Macat
Orang Sumut bilang "macat" untuk macet di jalan raya,
"Sudah jam 11 malam pun masih saja macat di Berastagi ini," celetuk supir Royal Taxy yang membawa kami menuju pulau Samosir.

Aku jadi ingat saat masih SD. Kala itu kata "macat" juga lazim kami gunakan untuk ballpoint yang tintanya habis atau masih punya tinta tapi ngadat, 
"Banyak kali pulpenmu Pisson, tapi macat semua," kara Marli kepada Pisson.

Tak berhenti di situ. Kata macat jugadigunakan saat microphone tak berfungsi semestinya hingga suara yang dihasilkan kersek-kersek alias fals. 
"Kurang puas awak nyanyi tadi. Macat-macat mic nya. Jadi jelek suara awak," protes Beresman ke Lamhot, panitia sebuah acara.

Usut punya usut, ternyata kata "macat" itu berlaku untuk semua hal yang tak berfungsi dengan baik atau tidak berjalan semestinya. Termasuk perjalanan kami malam ini yang memakan waktu lebih lama karena truk pengangkut hasil bumi semakin malam justru semakin padat.

Inilah namanya macat. Orang Batak menyebutnya masset.
"S0, kalau ada yang macat dalam tubuhmu, silahkan berobat ke klinik Tong Lieur!"  wkwkwwkw


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter