Entri yang Diunggulkan

Kita Sedang Memproduksi Diri Kita Sendiri

Sejalan dengan Michel Foucault, di dunia postmodern, orang tak ingin menemukan dirinya sendiri, rahasia-rahasianya dan kebenarannya yang tersembunyi. Orang justru merasa diwajibkan untuk menciptakan dirinya sendiri. Melalui kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi, relasi antar manusia semakin…

Logika Mesin

Logika Mesin

Pada abad abad XVII-XIX terjadi gerakan intelektual dan filosofis di Eropa (liberalisme dan neoklasikisme) yang menegaskan bahwa serangkaian ide yang berpusat pada kedaulatan akal dan bukti indera sebagai sumber utama pengetahuan dan cita-cita maju.

Kedaulatan akal budi mencakup kebebasan, kemajuan, toleransi, persaudaraan, pemerintahan konstitusional dan pemisahan Gereja dan Negara

Doktrin utama para filsuf Pencerahan ini adalah kebebasan individu dan toleransi beragama (sebagai counter atas monarki absolut dan dogma tetap Gereja Katolik Roma).

Zaman Pencerahan, yang ditandai oleh penekanan pada logika sebagai satu-satunya metode ilmiah dan reduksionisme ini, mengharapkan terciptanya sebuah masyarakat yang di dalamnya setiap orang menggunakan logika mesin. Atau dalam bahasa Immanuel Kant, sebuah masyarakat, yang "sapere aude" (berani/ingin tahu).

Apa yang dicita-citakan oleh para filsuf itu pun terwujud, dan hasilnya semakin jelas di masa kini (postmodern), ketika kemajuan didasarkan pada
  • efisien karena teknologi
  • produktif karena kapitalisme (pada masyarakat perkotaan), dan
  • kepentingan diri
Faktanya, logika mesin ini justru tidak membebaskan masyarakat dari segala kekangan dan ketidakbahagiaan, padahal logika itu semestinya membawa kita pada kebebasan, dan bukan pada kedalaman penawaran yang menyakitkan bagi diri kita sendiri.

Dengan logika mesin ini, cita-cita Kristian untuk membangun Kerajaan Allah di dunia pun menjadi sangat mustahil, sebab Allah (dan GerejaNya) justru telah disingkirkan dan digantikan dengan logika.

Eksistensi manusia pun telah digantikan oleh kekosongan atau sosok yang ironis, di mana kepedulian tidak dibenarkan. Karena diri adalah pusat maka peduli pada orang lain justru dianggap tidak etsis.

Akhirnya, dengan logika mesin di atas, perasaan manusia pun semakin kosong hingga mereka merasa dikucilkan oleh dunia bentukan mereka.


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter