Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Jangan Dobrak Ketulianku!

Habis nyasar...,
saat engkau lari dari padaku
kau tampak lelah
kau hanya ingin tubuhmu segera rebah


tetapi siapakah orang yang bersedia:
membiarkan tubuhnya melingkarkan kehangatan ke tubuhmu?

_____bukankah mereka sudah tahu bahwa dulu 
engkau selalu menjual tubuhmu demi silaunya mata
para lelaki dan perempuan yang menggemarimu?

tetapi siapakah orang yang bersedia:
mendaraskan suaranya secara perlahan 
demi tenangnya pikiran galaumu?

_____bukankah selama ini ia sudah tahu bahwa dulu
engkau sering mengkonversi desahan seksimu
demi jutaan eksemplar kertas bernama 'uang'?

tetapi siapakah orang yang bersedia:
membuai badan, pikiran dan jiwamu
dengan sentuhan lembutnya 
demi sembuhnya badan, pikiran dan jiwamu
yang sedang bergejolak?

_____bukankah ia sungguh tahu kalau dulu
engkau jauh dari lembut saat ia menggodamu
bahkan belakangan kelembutan itu telah sirna
dan engkau pun jumawa
hanya karena apa dan siapa yang pernah ada padamu?

*****

Tampaknya,
dan ini hampari pasti
sebab seperti inilah
yang selalu terlihat di bumi pertiwi :

Mustahil terjadi bahwa silaturahmi 
akan melupakan tiap kesalahan yang manusiawi,
pun di saat salaman dan pelukan 
tak akan menyibak selimut perdamaian.


*****

Harap engkau ingat :

Tak ada orang yang tiba-tiba jadi pengampun
hanya karena ia berhak memilah mana hari sakral dan mana hari banal

Takkan ada orang yang tulus
menerima tubuhmu yang telah terlanjur kau lacurkan demi fulus,
kendati selalu terbuka kemungkinan bahwa awalnya ia terlihat tulus,
tapi belakangan mungkin saja malah bulus.

Tak ada Tuhan yang kini kausembah
di saat semua orang berlomba menjadikan dirinya tuhan yang ingin disembah,
atau minimal agar foto-foto narsisnya banyak diunggah!

Takkan ada kekuatan sejati
di saat tiap kesalahan dan kedosaan yang engkau lakukan
selalu berujung-untai dengan kalimat, "Ya, saya memang manusia lemah!"
bukankah ini justru menjadi cara manusia merawat kelemahan dirinya?

Tak mungkin ada orang yang membuka dirinya
bagi kerapuhanmu, apalagi karena melulu oleh kesalahanmu,
sebab di saat yang sama, dan mereka sama saja dengan dirimu:
di sepanjang hidup ia lebih banyak waktu merawat tubuhnya demi kehendak pasar
dan tak sempat merawat jiwanya yang gundah, bahkan beku dan memar.

Tak akan ada orang yang mau menyelimuti tubuhmu yang kedinginan
di saat kehangatan di jaman ini begitu mudah didapatkan.

*****

Lantas, siapa suruh engkau lari daripadaku
hingga engkau tersesat hingga ke ujung kejauhan sana
engkau bahkan membiarkan telingamu lebih tuli
dan tak lagi mau peduli saat aku berteriak mendobrak ketulianmu itu

dan sangat kusayangkan
engkau justru lebih terpesona dengan meriahnya pesta,
daripada menyembuhkan dirimu yang sedang terluka.




Semarang, 28 Juli 2014

Hari Raya IDUL FITRI 1435 H
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter