Ad Unit (Iklan) BIG

Putus Asa Demi Menjadi Idola Yang Sempurna


Bersamaan dengan laju kencangnya perkembangan media sosial, ada banyak orang ingin menjadi idola bagi banyak orang, terutama kaum muda dan remaja kita.

Keinginan menjadi idola yang dimaksud di sini adalah hasrat menjadikan dirinya sebagai seseorang yang menjadi panutan dalam hidup orang lain.Pendeknya menjadi idola berarti menjadi sosok yang sangat diperhitungkan dan diperlakukan sebagai sosok panutan banyak orang. Faktanya, di era ini tak sulit menjadi idola.

Hanya bermodalkan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Path, dst. saja Anda sudah bisa menjadi idola; dan sebaliknya Anda dengan leluasa bisa memilih siapa yang menjadi idola Anda.

Seturut perkembangan jaman, terutama lewat berbagai reality show hingga postingan di media sosial, seseorang akan lebih mudah menjadi seorang artis hingga menjadi idola.

Bahkan hari-hari ini ada artis yang dikekompokkan berdasarkan media sosial yang digunakannya. Sebut saja, youtuber atau vlogger, Selegram, dst.

Hal itu berarti semakin mudah menjadi idola dan serentak semakin banyak pesohor yang bisa kita pilih menjadi idola. Sejujurnya, semua orang punya idola. Ya, minimal sebagian dari kita sangat mengidolakan orangtua kita sendiri.

Hanya saja, cara kita memperlakukan idolanya berbeda-beda. Orang dewasa, misalnya, mengagumi sang idola itu hanya dari jauh dan secara sadar mengikuti pola pikir dan mencoba berbagai kelebihan yang dimiliki sang idola.

Berbeda halnya dengan orang muda, khususnya remaja. Mereka sering mengidolakan seseorang secara ganjil.

Ada yang mengumpulkan baju bekasa sang idola, mengoleksi foto-foto idola dan menempelnya di kamar pribadinya, mengoleksi semua video atau apa pun terkati sang idola di ponsel, dst.

Singkatnya, tak sedikit dari kaum muda yang memperlakukan idolanya bak "tuhan" atau sosok sempurna alias tanpa cela.

Konsekuensinya, kehilangan sang idola, entah karena mengalami penurunan karir atau karena mati secara tragis selalu ditangisi secara histeris.

Di titik inilah kita mengerti betapa menjadi sosok idola ternyata tidak mudah.

Bisa Anda bayangkan ketika Anda tak lagi memiliki kebebasan hanya karena dimana-mana Anda punya fans gila atau haters yang sewaktu-waktu bisa mencelakai Anda.

Sulitnya menjadi idola justru terletak dari tuntutan fans agar ia selalu tampil sempurna. Tuntutan menjadi sempurna atau tampil sempurna itulah yang berikutnya sering menjadi penyebab stress sang idola. '

Akibatnya, tak sedikit pesohor yang memutskan untuk bunuh diri hanya karena mereka tak kuat menanggung beban hidupnya sebagai idola.

Tuntutan untuk selalu tampil sempurna dari para penggemarnya itu tak ayal lagi akan membuat mereka terbebani.

Pada tahun ini (2017) ini saja terdapat beberapa artis, baik dalam maupun luar negeri yang meninggal dunia karea bunuh diri.
Bahkan baru-baru ini dunia musik dikejutkan dengan kematian Jonghyun SHINee, salah seorang personel KPop SHINee telah menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 18 Desember 2017 lalu. Jonghyun meninggal dengan cara bunuh diri karena keracunan karbon monoksida.

Sebulan sebelum kematian Jonghyun SHINee, rapper berusia 21 tahun, Lil Peep atau Gustav Ahr juga meninggal dalam rangkaian jadwal konsernya di Tucson, Arizona, setelah mengalami over dosis karena pemakaian narkoba pada tanggal 15 November 2017.

Pada tanggal 14 Januari 2017 rapper termashyur di Nepal, Yama Buddha juga ditemukan meninggal dengan cara gantung diri menggunakan ikat pinggang di sebuah apartemen di London. Ia meninggal diusianya yang ke-29 tahun.

Pada pertengahan tahun 2017, tepatnya pada tanggal 20 Juli 2017 yang lalu Chester Bennington, vokalis Linkin Park juga ditemukan gantung diri di kediamannya . Ia meninggal di usianya yang ke-41 tahun.

Sementara di awal tahun 2017 lalu, tepatnya pada tanggal 24 Januari 2017, seorang drummer dari band Allman Brothers, Butch Truck juga ditemukan meninggal setelah menembak kepalanya sendiri. Ia meninggal di usia ke-69 tahun di daerah West Palm Beach, Florida.

Akhirnya, kematian mereka telah menyadarkan kita betapa menjadi idola bukanlah cita-cita, dan menuntut idol agar selalu tampil sempurna adalah pisau pembunuh bagi sang idola sendiri.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Subscribe Our Newsletter