Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Bunda Kehidupan

Bunda Kehidupan
Sambil rebahan di ranjangnya ia pun melanjutkan membaca “Kehidupan Sang Perawan Maria” khususnya pada hal. 487-489

“......Sang Perawan juga menampakkan diri kepada para Rasul kudus setelah istirahat nya, seperti halnya Putra-nya.

Setelah Kenaikan Tuhan, ketika para Rasul berbagi makan bersama, sudah menjadi kebiasaan mereka untuk menyisakan suatu tempat di meja mereka untuk KRISTUS Sang Guru.

Setelah hilangnya tubuh-nya (Sang Perawan) dari kubur, saat itu menjelang malam dan mereka duduk untuk menyegarkan diri dengan sedikit makanan.

Seperti kebiasaan mereka, mereka akan memotong roti di tengah dalam bentuk kubus dan menempatkannya di bagian atas meja sebagai bagian KRISTUS.

Ketika mereka selesai makan dan menaikkan syukur, mereka akan mengangkat bagian ini, menyatakan, "Besarlah nama Tritunggal Kudus Ya Tuhan YESUS KRISTUS,! Tolonglah kami!"

Masing-masing akan mengambil bagian dari sebagian kecil dari roti tersebut sebagai berkat. Kebiasaan ini dilanjutkan bukan hanya ketika mereka bersama-sama tapi bahkan ketika mereka jauh dari satu sama lain.

Namun demikian, saat perjamuan tersebut, mereka tidak berbicara dan memikirkan apa pun selain kosongnya makam Sang Perawan. Ketika mereka selesai makan dan telah sampai pada akhir dari doa-doa mereka, mereka kembali mengikuti kebiasaan mereka mengangkat bagian roti dan menyisihkannnya untuk menghormati Tuhan dan memuliakan Tritunggal.

Tiba-tiba, mereka mendengar nyanyian malaikat. Saat memandang keatas, mereka melihat Sang Theotokos, berdiri di udara, dikelilingi oleh banyak malaikat. Ia diliputi cahaya tak terlukiskan, dan berkata kepada para Rasul,

Dengan demikian, mereka yakin bahwa Sang Bunda Kehidupan, meskipun telah meninggal, namun bangkit, seperti Anaknya, kepada hidup kekal, dan bahwa tubuhnya, setelah telah dibangkitkan, diangkat ke surga oleh YESUS, Putranya dan Juruselamat jiwa kita.

Dengan demikian, dalam diri Sang Perawan murni, telah dikalahkanlah hukum alam. Keperawanannya dipelihara saat melahirkan, dan kehidupan bersatu dengan kematian, dan Ia tetap perawan setelah melahirkan, dan hidup setelah kematian, dia berdoa tanpa henti, sebagai Ibu kita, bagi para pewarisnya.

Kemudian, Petrus, dalam iman yang besar dan air mata berlimpah, berseru:
  • "Bersukacitalah, Ibu Sang Pencipta, yang naik ke dunia yang tinggi. 
  • Bersukacitalah, ya engkau yang telah diangkat di atas banyak tingkat langit, yang lebih luas dari surga. 
  • Bersukacitalah, engkau yang membawa sukacita kepada penghuni surga dengan bagian-Mu di atas. 
  • Bersukacitalah, engkau yang diterima ke dalam Yerusalem yang paling indah di tempat tinggi.
  • Bersukacitalah, engkau yang paling bersukacita saat masuk ke Bait yang tidak dibuat oleh tangan manusia. 
  • Bersukacitalah, Ratu dari para kerubim dan serafim. Bersukacitalah, perlindungan dan pembebas mereka yang setia. 
  • Bersukacitalah, tolonglah dan belalah ahli warismu. 
  • Bersukacitalah, ya Sang pendoa syafaat kepada Allah bagi seluruh dunia orang Kristen. 
  • Bersukacitalah, ya pemberi semua yang baik."
Seperti kita ketahui, melalui pemeliharaan ilahi, Rasul Thomas tidak hadir selama prosesi pemakaman beliau. Setelah berpikir, ia juga bersukacita bagi Maria atas wafat dan diubahkannya beliau, dan berseru,
  • "Bersukacitalah, engkau yang diambil dari bumi ke tangan Anak-Mu. 
  • Bersukacitalah, engkau yang naik ke tempat tinggi untuk menikmati kemuliaan-Nya.
  • Bersukacitalah, engkau yang dikawal ke atas oleh semua pemimpin para malaikat. 
  • Bersukacitalah, engkau yang dipuji dengan kidung megah di gerbang surga oleh para penyambut surgawi . 
  • Bersukacitalah, ya surga dunia yang dinaikkan kepada tabernakel yang tinggi. 
  • Bersukacitalah, ya takhta Tuhan, yang naik dari bumi ke dalam kerajaan surgawi.
  • Bersukacitalah, ya pendoa syafaat kami dan benteng pertahanan yang kuat.
  • Bersukacitalah, Sang Pendoa Syafaat bagi keselamatan para pendosa.
  • Bersukacitalah, Ratu dari mereka yang menyebut diri dengan nama Putra-Mu dan, yang, setelah Allah, adalah harapan kerajaan surgawi.
  • Bersukacitalah, Ibu Kehidupan yang, setelah Tuhan, bagi kamui adalah pengharapan hidup kekal.
Kemudian awan yang sama yang membawa para Rasul membawa mereka masing-masing kembali ke tempatnya. Jadi, mereka adalah saksi tidak hanya atas Naiknya sang Juruselamat namun juga diubahkannya ia yang memberi lahir kepada Sang Juruselamat..

Setiap Rasul kemudian melanjutkan pemberitaan Injil dan menceritakan hal-hal besar dari Allah, dan memuji Tuhan kita YESUS KRISTUS.” Hingga si ibu yang tampak masih ayu di usianya itu pun tertidur pulas dan hanyut dalam mimpi indah. >> Lanjut Baca!

Selengkapnya:  1 > 2 > 3 > 4 > 5 > 6 > 7
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter