Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Maria Bunda Pilihan

Maria Bunda Pilihan
Ibu P : “Udah, lanjut aja terus...” (Makin penasaran)

Ibu K : “Nubuatan Simeon (yang menurut tradisi berumur lebih dari 300 tahun) ini memang terjadi pada Maria.

Suatu pedang menusuk-nusuk jiwanya saat memandang Anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri, tergantung telanjang bulat diatas Salib, meregang nyawa menanti ajal menuju alam maut.

Saya kira, sampai saat tersebut Maria sepertinya belum dapat mengerti maksud sepenuhnya karya Allah ini. Ini kayak di di tivi-tivi itu, Bu.

Itu loh berita tentang seorang ibu menangis meraung-raung melihat anaknya jadi korban kecelakaan motor, dengan kondisi masih bersih.

Maria saat itu melihat YESUS tergantung di kayu salib dengan tubuh hancur, dengan rupa yang tidak seperti manusia yang wajar lagi. Sebagai seorang ibu, masih untung akal sehatnya tetap bersamanya saat melihat Anaknya dalam kondisi seperti itu.

Memang tidak sia-sia Allah memilih Maria sebagai wadah wujud kemanusiaanNya. Nah, di dalam rahim Maria lah terjadi pertemuan antara Allah dan manusia dalam wujud YESUS KRISTUS. Tubuh KRISTUS berasal dari tubuh Maria juga.

Impas sudah kutuk dosa yang dahulu dilakukan ibu Hawa. Jika dulu Hawa yang membuat Adam jatuh dalam dosa, kini Maria sebagai Hawa kedua, menjadi jalan bagi KRISTUS, yang adalah Adam kedua yang membawa kehidupan kepada umat manusia.

Seperti halnya Adam memanggil Hawa "perempuan", demikian juga KRISTUS memanggil ibuNya "perempuan".

Injil Markus melukiskan hal ini dengan sangat indah, Bu. “Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Jawab YESUS kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"

Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." (Mar 3:32-35).

Ayat-ayat ini emang sih sering disalah-pahami oleh kalian yang Protestan. Makna ayat ini diplesetin begini: YESUS tidak menganggap Maria sebagai ibu Nya! Namun tentunya ini tidak benar karena, seperti dicatat Lukas dalam injilnya, Maria berujar: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." 

Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk1:38). Maria berserah dan melakukan kehendak Allah, jadi ia layak disebut sebagai Ibu Sang KRISTUS.

Demikian cintanya Sang KRISTUS kepada BundaNya, sehingga Ia menyerahkan Maria kepada Yohanes, bukan kepada Yakobus, karena memang YESUS tidak memiliki saudara lain dari Maria. Sampai akhir hayatnya, Maria tinggal bersama Yohanes." >> Lanjut Baca!

Selengkapnya:  1 > 2 > 3 > 4 > 5 > 6 > 7


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter