Ad Unit (Iklan) BIG

Tubuh dan Dunia (2)

Posting Komentar
tubuh dan dunia
5. Tubuh dan Dunia, Dua Entitas yang tak Terpisahkan (2)

Sekilas, kita akan menemukan adanya pengalaman-pengalaman subyektif, seperti perasaan, emosi, pengalaman-pengalaman eksternal, bahkan kepuasan seksual.

Kedua konsep (pengalaman subyektif dan pengalaman eksternal) harus dibangun di atas abstraksi dari keterbukaan manusia pada dunia. 

Lagi, menurut Merleau-Ponty, keterbukaan kepada dunia itulah yang seharusnya direfleksikan lebih jauh. Dengan demikian persepsi manusia memiliki dua aspek, yakni aktif dan pasif. 
  1. Pasif berarti persepsi merupakan bagian dari organ yang menerima informasi dari pengalaman inderawi. 
  2. Aktif berarti persepsi merupakan bagian dari aktivitas tubuh manusia yang mendunia. 

Sisi aktif dan pasif dari persepsi manusia bagaikan dua sisi yang berbeda dari satu koin yang sama. “Persepsi” adalah selalu sekaligus pasif dan aktif, situasional dan praktis, terkondisikan dan bebas.” 

Tubuh dan dunia, sebagaimana ditegaskan oleh Merleau-Ponty, haruslah dilihat sebagai dua entitas yang menyatu, yang saling tumpang tindih. Relasi di antaranya bukalah relasi rangsangan dan reaksi, tetapi sebagai sesuatu yang saling menjalin dalam satu kesatuan. 

Analogi yang Merleau-Ponty gunakan adalah daging. Kesatuan tubuh dan dunia adalah daging (flesh).[11] Pada titik ini, saya ingin mengajak Anda mengubah persepsi tentang G-Spot sebagai titik rangsang seksual menjadi titik rangsang kreatif. 

Untuk itu kita harus mengubah persepsi kita tentang (fungsi-fungsi) tubuh kita. Kata Merleau-Ponty:
“Jika saya melihat foto gadis telanjang di hadapan saya, maka tubuh saya akan mempersepsinya sebagai foto gadis telanjang. Jika tubuh saya bisa mempersepsinya, maka foto gadis telanjang itu pastilah ada. Jadi foto gadis telanjang bukanlah suatu ilusi. Namun foto gadis telanjang juga bukanlah suatu entitas mandiri yang lepas begitu saja dari pikiran manusia. Keberadaan foto gadis telanjang sangatlah tergantung pada keberadaan manusia yang mempersepsinya.”
Proses persepsi bisa terjadi, karena manusia memilik tubuh. Dengan demikian pikiran manusia, tubuhnya, dan gelas di dalam realitas adalah satu kesatuan perseptual yang memungkinkan terciptanya pengetahuan. 

Kesadaran perseptual mengandaikan adanya tubuh, dan tubuh merupakan medium utama manusia untuk bersentuhan dengan realitas. Tubuh adalah entitas pasif yang sekaligus aktif. Tubuh merupakan medium manusia untuk “mempunyai dunia”. 

Dengan kata lain manusia mendunia melalui tubuhnya. Persepsi manusia akan dunia bukanlah persepsi terlepas tanpa konteks, melainkan suatu fenomena menubuh (bodily phenomenon). 

Persepsi bukanlah sesuatu yang bersifat privat. Tubuh juga bukan hanya sesuatu yang murni material. Sebab bila tubuh adalah melulu material, maka hasrat pemuasan seksual yang tak terkendali akan segera diproklmirkan sebagai sesuatu yang sah untuk dipraktikkan, bahkan tanpa memandang efek yang terjadi di kemudian hari dengan tubuh kita. 

Jadi, mengubah persepsi tentang tubuh berarti mencari titik tengah antara pengalaman subyektif internal di satu sisi, dan fakta-fakta obyektif eksternal di sisi lain, sebab persepsi adalah unsur dari tubuh manusia yang menyentuh dunia.
_____
[11] Taylor Carman, Merleau-Ponty, Oxon, Routledge, 2008. hal. 79-80

The Power of G-Spot
1     2     3     4     5     6     7


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter