Ad Unit (Iklan) BIG

Tak Sekedar Biji Sesawi - 2

Posting Komentar
Tak Sekedar Biji Sesawi
Iman Tumbuh Dalam Tingkatan-tingkatan.

Dalam ayat lain, Lukas 17:6; mungkin merupakan bacaan yang paling disalahmengertikan dalam hal iman dalam Alkitab.

Jawab Tuhan "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini : Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut dan ia akan taat kepadamu"

Bacaan yang serupa pada Markus 11:23 disebutkan bukan hanya pohon-pohon tapi gunung-gunung : "Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung itu : Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut, maka hal itu akan terjadi baginya".

Tak banyak dari kita yang benar-benar dapat memindahkan gunung-gunung ini, karena itu kita lalu `merohanikan' dari konsep iman yang memindahkan gunung ini. Apabila kita tidak dapat membuat Firman bekerja, kita merohanikannya dengan menarik turun Firman Allah kepada pengalaman kita bukannya mengangkat naik pengalaman kita kepada Firman Allah. Allah ingin FirmanNya bekerja. 

Dia berkata pada Yeremia 1:12, "Aku siap sedia untuk melaksanakan FirmanKu", atau dalam terjemahan yang lebih baik : "Aku akan berdiri dibelakang (mendukung), FirmanKu untuk membuatnya bekerja". Kita perlu menemukan iman semacam ini yaitu yang "mengucapkan sesuatu" dan hal-hal itu pun terjadi.

Maksud dari ini adalah : Ada "iman yang berbicara" yang tersedia untuk anak-anak Allah "sebuah iman yang berkata-kata." Penterjemah Alkitab telah mengartikan Lukas 17:6, sebagai "untuk melakukan perkara yang besar hanya membutuhkan iman yang kecil".

Masalah yang timbul dari doktrin ini adalah: tidak mungkin berhasil! Iman yang "kecil" tidak mungkin akan menyelesaikan hal-hal yang "besar".


Selengkapnya:  1  | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter