iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Tak Sekedar Biji Sesawi - 4

tak sekedar biji sesawi - 4
(2) Iman Memindahkan Gunung

Dalam 1 Korintus 13:2, Paulus memberi penjelasan tentang iman yang memindahkan gunung-gunung:

"Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat, dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan, dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung ..."

Paulus sadar bahwa untuk memindahkan gunung-gunung diperlukan seluruh atau total iman, atau iman yang dewasa.

Anda tidak dapat memindahkan gunung-gunung dengan iman yang sebiji, anda memindahkan gunung-gunung dengan iman yang utuh. Untuk memindahkan gunung diperlukan iman yang sudah benar-benar diolah! Paulus mengetahui hal ini dan Yesus mengajarkannya.

Dalam Matius 17, kita membaca bahwa Yesus naik ke gunung tempat Ia dipermuliakan dengan Petrus, Yakobus dan Yohanes. Pada saat yang bersamaan, ketika sembilan rasul lain menunggu di bawah, datanglah seorang yang mempunyai anak yang menderita ayan, yang menyebabkan dia jatuh dalam api dan air. 

Kesembilan rasul ini mencoba untuk menghardik/mengusir kuasa kegelapan tersebut tetapi tidak berhasil. Orang tersebut datang kepada Yesus setelah Dia turun dari gunung dan berkata: "Aku sudah membawa kepada murid-muridMu tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya" (Mat 17:16). Betapa mereka tidak dapat menyembuhkannya.

"Dengan keras Yesus menegur dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka, Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" (Mat 17:18,19). 

Dengan kata lain murid-murid berkata : "Tuhan, kami melayani orang itu dengan pelayanan kharismatik yang sepenuhnya; kami menggoncangkan dia, kami ucapkan "dalam nama Yesus", kami melakukan semuanya itu, dan iblis tidak keluar. Mengapa?

Alkitab versi terjemahan King James menuliskan, "Ia berkata kepada mereka, Karena ketidakpercayaanmu ... " (Mat 17:20). Namun sebetulnya dalam bahasa Yunani yang asli bukan disebukan "tidak percaya" namun "iman yang kecil" atau "iman yang tidak berkembang".

Yesus tidak berkata-kata tentang ketidak percayaan (usaha yang negatif). Murid-murid ini tidak akan mencoba mengusir iblis-iblis jika mereka belum percaya. Ketidakpercayaan adalah hal negatif yang berarti tidak mempunyai iman, tetapi masalah ke sembilan rasul ini adalah "iman yang kecil". 

 Mereka sudah mencoba tetapi tidak punya iman yang cukup untuk menyelesaikan tugas itu. Jadi murid-murid itu bukannya tidak percaya namun mereka tidak mempunyai iman yang cukup berkembang untuk mengatasi permasalahan. Mereka bagaikan mempunyai "iman sekecil biji" dan problema yang "sebesar pohon".

Yesus lalu mengajarkan bahwa meskipun melalui iman mereka belum berkembang, namun jika mereka menginginkannya untuk bertumbuh seperti biji sesawi, mereka akhirnya akan dapat "berkata kepada gunung ini, pindah dari tempat ini ke sana; maka gunung ini akan pindah, dan tidak akan ada yang mustahil bagimu" (Mat 17:20). 

Dengan kata lain, tidak ada yang mustahil bagimu jika anda mempunyai iman yang sudah berkembang, iman yang sudah bertumbuh - yang terus menerus bertumbuh! Iman yang bertumbuh adalah sebuah konsep Alkitabiah. 

Di dalam tulisan Rasul Paulus, ia berkata pada kita dalam kiasan : dia berkata bahwa kita diubah "dari kemulian menuju kemuliaan" dan "dari iman menuju ke iman" (2 Kor 3:18; Rm 1:17).

Selengkapnya:  1  | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11


Lusius Sinurat

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.