Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Anggota DPRD Kabupaten Tobasa (1999-2004)

"Segala sesuatu punya proses, kendati banyak
orang inginnya instan.  Tahun 1992 adalah
tahap awal karir politikku, tepatnya sesaat
setelah aku mengikuti pelatihan kader
tingkat Nasional di Jakarta. Tak disadari,
ternyata apa adanya kita sekarang adalah buah
perjalanan panjang. Perjalanan itu juga
yang membentuk kita menjadi apa." (OS)
Naluri politik Oloan Simbolon mendorongnya masuk Partai Katolik Demokrat (PKD) pada tahun 1999, saat ia masih kuliah hingga berhasil menjadi anggota DPRD Kabupaten Toba Samosir masa bakti 1999-2004.

Awalnya, keterlibatan di dunia politik praktis dimulai dengan menjumpai serta memperkenalkan diri kepada Ketua PKD Kabupaten Toba Samosir di sela-sela Pertemuan Nasional Pemuda Katolik 1999 di Kota Medan.

Oloan mendapat sambutan hangat dari Ketua PKD Kabupaten Toba Samosir. Pada tanggal 18 Maret 1999, secara resmi, Oloan mendaftarkan diri menjadi Calon Legislatif (Caleg) PKD Kabupaten Toba Samosir.

Pilihan politisi senior putera Pangururan, Kabupaten Samosir yang mulai meniti karier politik sejak Mahasiswa UNIKA St. Thomas Medan tahun 1998 ini untuk merapa ke PDKD bukan tanpa alasan.
Pilihan tersebut adalah piihan politik yang cerdas, cermat, genial dan sesuai hirarkhi jenjang karier politiknya.

Pada tanggal 18 Maret 1999, secara resmi, Oloan mendaftarkan diri menjadi Calon Legislatif (Caleg) PKD Kabupaten Toba Samosir. Bermodalkan caleg PKD Nomor Urut -1, Oloan yakin mampu bersaing dengan caleg-caleg dari partai lain yang saat itu jumlahnya sangat banyak.

Dengan modal keuangan pas-pasan, yang bersumber dari donasi, keluarga, serta sahabat ternyata bukanlah penghalang meraih keberhasilan. Itu karena, bagi Oloan, modal uang bukanlah satu-satunya jaminan kesuksesan.

Buktinya, bila dihitung sejak mendaftar diri hingga pelantikan, seluruh biaya pribadi yang ia keluarkan tak lebih dari Rp 27 juta.

Fakta ini membalikkan logika politik sebagian besar politisi kita yang tiba-tiba baik (tompu burju) dengan membagi-bagi uang kepada masyarakat.

Bermodalkan kerendahan hati, kecerdasan, kepiawian politik dan niat yang tulus membantu semua orang tanpa sekat-sekat sosial, Oloan pun berhasil mendulang 8.000-an suara. Fakta ini menggiring Oloan menduduki kursi DPRD Kabupaten Toba Samosir masa bakti 1999-2004.

Berlatar belakang aktivis kampus dan Pemuda Katolik, Oloan Simbolon akhirnya dipercaya menjabat Ketua Komisi-D DPRD kabupaten Toba Samosir sejak tahun 1999-2003 di usia masih tegolong belia.

Bersama anggota DPRD Tobasa lainnya, Oloan Simbolon, ST dilantik pada tanggal 27 Oktober 1999. Ia didaulat sebagai pimpinan sementara DPRD Kabupaten Toba Samosir selaku anggota DPRD termuda kala itu.
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter