Entri yang Diunggulkan

Kita Sedang Memproduksi Diri Kita Sendiri

Sejalan dengan Michel Foucault, di dunia postmodern, orang tak ingin menemukan dirinya sendiri, rahasia-rahasianya dan kebenarannya yang tersembunyi. Orang justru merasa diwajibkan untuk menciptakan dirinya sendiri. Melalui kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi, relasi antar manusia semakin…

Politik Sebagai Seni dan Strategi Melayani Publik



Dalam pandangn politiknya, Oloan Simbolon meyakini bahwa politik adalah seni dan strategi melayani publik.

Secara prinsipil, Oloan meyakini bahwa menjadi politisi adalah panggilan, tepatnya panggilan untuk melayani publik. Panggilan itu mengandaikan adanya kesediaan dan kesiapan, konsistensi dan kontinuitas sikap dalam memperjuangkan kesejahteraan publik.

Kesiapan itu membutuhkan kecerdasan, terutama dalam memahami politik secara umum dan perilaku politik masyarakat hic et nunc. Sementara konsistensi dan kontinuitas dalam bersikap tampak nyata saat ia memperjuangkan kebenaran: "ya di atas ya, tidak di atas tidak."

Di tataran praksis, Oloan menyadari bahwa perilaku politik yang ambigu, hipokrit (munafik) dan manipulatif masih marak di negeri ini.

Untuk itu, ia harus konsisten memainkan perannya (role play) sebagai wakil rakyat yang secara terus menerus (kontiniu) memperjuangkan kepentingan publik, terutama mereka yang tereliminasi dan termarjinalkan.

Di atas semua itu, baginya berpolitik berarti juga mengekspresikan iman, sebab pilihan menjadi politisi bukanlah pertama-tama karena kelimpahan harta dan memuaskan dahaga akan kekuasaan. Sebaliknya, memilih peran sebagai politisi justru berarti kemampuan memaksimalkan peran sebagai corong publik dalam memperbaiki nasib mereka.

Di titik ini kita bisa memaklumi mengapa Oloan lebih memilih partai kecil untuk bertarung menjadi wakil rakyat di panggung yang sangat besar. Oloan mengamini bahwa "Nothing impossible in the world", termasuk ketika seekor semut harus mengalahkan seekor gajah.

Lagi, sebagai pengagum dan pengikut Yesus, Oloan berani mengambil resiko "memilih jalan sempit, terjal dan berkelok-kelok" daripada memilih jalan pintas yang tak pantas untuk meraih keberhasilannya.
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter