-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Politik Media Pencerahan

Posting Komentar
Politik Media Pencerahan
Oloan Simbolon memandang politik sebagai media pencerahan. Ia bahkan mempraktikkan pandangannya ini saat hadir di tengah masyarakat grass root.

Itu sebabnya, sepanjang menjadi wakil rakyat di DPRD kabupaten Tobasa, DRPD Kabupaten Samosir hingga DPRD Sumut, Oloan selalu berupaya mengabdikan dirinya secara utuh kepada masyarakat. Kendati ia juga serentak menyadari bahwa pengabdiannya itu juga sering dibatasi oleh sistem yang berlaku. 

Semasa pengabdiannya itu, Oloan selalu memaksimalkan kewenangan yang ia miliki untuk membantu konstituennya secara khusus, dan masyarakat secara umum. Ia sungguh mendedikasikan dirinya, segenap kemampuannya untuk mencerahkan masyarakat.

Disaat mayoritas politisi suka menampilkan politik sebagai alat kekuasaan, Oloan justru selalu berupaya secara konsisten untuk membuktikan bahwa politik itu media pencerahan. 

Bagi Oloan, selama menjadi wakil rakyat, ia mengalami bahwa mengabdi secara total bagi masyarakat jauh lebih berdayaguna daripada memberikan sesuatu (uang) kepada mereka.

Oloan memang bukan politisi yang lahir dari praktik money politics, sebagaimana mayoritas politisi kita yang yang secara terang-terangan mempertontonkan praktik money politics di masa kampanye mereka. 

Menurut Oloan, para politisi yang terbiasa dengan strategi money politics di setiap perhelatan demokrasi adalah tindakan menghina masyarakat, bangsa dan negara. Buktinya, tak sedikit dari mereka yang kena OTT, lalu dipermalukan di depan pengadilan, hingga dibui bertahun-tahun.

Berbeda dengan politisi pada umumnya, Oloan justru tak sekedar menangkap hingga menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi juga serentak menyampaikan pandangan politiknya dengan gaya komunikasinya straight to the point, langsung pada inti pembicaraan.

Tak hanya itu, ia juga selalu berupaya mengunakan narasi-narasi yang sederhana, tanpa kehilangan substansi yang hendak ia sampaikan. Itu sebabnya suaranya sangat mengena dihati masyarakat, pendengarnya.

Oloan adalah sosok yang low context culture. Caranya menyampaikan maksud, tujuan dan harapannya selalu dengan cara yang lugas, jelas, tidak bersayap sembari menghormati kultur masyarakat yang dihadapinya.

Itu sebabnya, masyarakat yang dihadapinya selalu terpuaskan, bahkan selalu menunggu kehadirannya.
Tentu saja, karena Oloan selalu berupaya menuntaskan permasalahan yang mereka sampaikan. Ia tak peduli apakah solusi yang ia tawarkan dan cara penyampaiannya itu mengusik penguasa atau tidak. Itulah kekhasan Oloan, dan kekhasan itu sangat disukai masyarakat. Benar bahwa caranya itu seringkali malah tak disenangi oleh teman sejawat atau penguasa yang selalu dikritiknya bila salah. 

Selanjutnya, Oloan juga berani membongkar berbagai mitos yang menyesatkan pola pikir masyarakat yang mengatakan bahwa "politik itu busuk", "politik itu kotor", "politik itu mahal", dst, dan sekali lagi,upayanya itu tak ayal  akketap membuat telinga para politisi dan kaum sejawatnya memerah.

Bukan Oloan nanya kalau merasa takut dengan karir politiknya. Tentu saja, sebagaimana telah disinggung di atas, baginya politik itu media pencerahan, dan sangat jauh dari sekedar karir politik.

Ia menulis hal itu di linimasa Facebooknya pada tanggal 24/8/18 lalu,

"Tak masalah, hidup jalan terus, saat ke saat. Karir politik dan karir bisnis bisa jatuh, bangun dan kemudian jatuh lagi. Apa yang tercipta pasti akan musnah. Itulah hukum baja kehidupan yang tak bisa dilawan. Yang penting adalah kita bisa menemukan kedamaian dan kejernihan di dalam hati kita saat demi saat di dalam hidup."


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter